Kudus, isknews.com – Kepolisian Resor Kudus bergerak cepat membantu warga terdampak banjir di Kecamatan Mejobo dengan menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Polres Kudus membagikan ribuan paket makanan sehat bagi masyarakat yang aktivitasnya lumpuh akibat banjir, Rabu (13/1/2026).
Sebanyak 1.000 paket MBG disalurkan kepada warga terdampak di Desa Kesambi dan Desa Payaman. Masing-masing desa menerima 500 paket makanan yang didistribusikan langsung ke posko pengungsian dan balai desa setempat.
Menu MBG yang disiapkan khusus untuk kondisi bencana tersebut terdiri dari nasi putih, oseng kacang, ayam krispi saus asam manis, serta buah jeruk, guna memastikan kebutuhan gizi warga tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.
Wakil Kepala Polres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo, mengatakan penyaluran MBG bagi warga terdampak banjir ini merupakan inisiatif langsung dari Kapolres Kudus, meskipun berada di luar sasaran utama program.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin membantu meringankan beban warga terdampak banjir, terutama karena mereka terhambat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Kompol Rendi saat ditemui di Balai Desa Kesambi.
Selain membagikan makanan bergizi, jajaran Polres Kudus bersama Polwan juga menyempatkan diri mengunjungi para pengungsi untuk menghibur serta menyerap keluhan dan kebutuhan mendesak yang dirasakan warga.
“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi warga terdampak banjir, mendengar keluhan mereka, sekaligus memastikan kebutuhan dasar, termasuk asupan gizi, tetap terpenuhi,” jelasnya.
Menurut Kompol Rendi, respon cepat SPPG Polres Kudus ini merupakan komitmen kepolisian dalam mendukung keterpenuhan gizi masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana dan mengalami gangguan mata pencaharian.
“Karena aktivitas dan mata pencaharian warga terdampak, SPPG Polri berinisiatif membantu dengan menyalurkan konsumsi yang sehat dan bergizi,” tandasnya.
Usai penyaluran di Balai Desa Kesambi, rombongan Polres Kudus melanjutkan kegiatan serupa ke Desa Payaman. Selain membagikan paket MBG, petugas juga membantu proses evakuasi warga yang masih terisolir di dalam rumah akibat genangan air.
Sementara itu, Kepala Desa Kesambi, Masri, menyampaikan bahwa banjir terjadi sejak Selasa sore (12/1/2026) akibat tingginya curah hujan serta jebolnya pintu jembatan 10 di wilayah setempat.
“Ketinggian air berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter. Ada yang hanya menggenangi akses jalan dan teras rumah, namun sebagian sudah masuk ke dalam rumah warga,” ungkap Masri.
Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 24 warga yang mengungsi di Balai Desa Kesambi, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah masing-masing. Total warga terdampak banjir di desa tersebut diperkirakan mencapai 500 orang.
“Yang paling parah ada di tiga RW. Sebagian warga memilih mengungsi, namun ada juga yang masih bertahan di rumah,” pungkasnya.(YM/YM)











