,

Geger MBG di Gembong Pati, 231 Siswa dari Tiga Sekolah Diduga Keracunan

oleh -537 Dilihat
Ambulan datang ke lokai kejadian. (Foto: Mel)

PATI, ISKNEWS.COM – Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Sebanyak 231 siswa dari tiga sekolah diduga mengalami mual, muntah, pusing hingga diare setelah menyantap menu MBG.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyebut, korban tersebar di tiga sekolah. Rinciannya, 127 siswa MTsN 3 Pati, 103 siswa SMPN 1 Gembong, dan satu siswa MTs Mambaul Ulum Desa Bermi.

Sejumlah siswa harus mendapat penanganan medis. Sebanyak 92 siswa ditangani di Puskesmas Gembong, 98 siswa dibawa ke IGD RSUD RAA Soewondo Pati, sementara 41 siswa mendapat perawatan di RS Mitra Bangsa. Beberapa di antaranya menjalani rawat inap.

“Puskesmas Gembong ada enam siswa yang rawat inap. Kemudian 98 siswa ditangani di IGD dan 41 siswa dibawa ke Mitra Bangsa, dengan lima siswa menjalani rawat inap,” kata Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Rabu (9/9/2026).

Pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga medis kepada para siswa yang diduga mengalami keracunan akibat menyantap MBG. (foto: Mel)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

“Tim kami sedang melakukan penyelidikan epidemiologis. Kita menunggu hasil uji lab,” jelas Luky.

Diketahui, para siswa sebelumnya menyantap menu MBG pada Selasa (8/9/2026). Menu tersebut terdiri dari nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orak-arik tempe, lalapan, kerupuk udang dan semangka.

Di SMPN 1 Gembong, Kepala Sekolah Istiana juga menyebut 13 guru mengalami keluhan mual, muntah, pusing hingga diare. Gejala pada siswa mulai terlihat pada Rabu pagi dan semakin banyak hingga fasilitas kesehatan setempat kewalahan.

Sebagai langkah penanganan, kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati sementara dihentikan. Pemerintah Kabupaten Pati juga menyiapkan satgas untuk mengecek kondisi SPPG di seluruh wilayah Kabupaten Pati.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (Mel)

No More Posts Available.

No more pages to load.