Kudus, isknews.com – Pembina Pagar Nusa Kudus, Didik HS, menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman, yang menyebutkan adanya afiliasi antara Pagar Nusa dengan kelompok preman. Hal tersebut diungkapkan Didik saat ditemui wartawan pada Kamis, 5 Juni 2025.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan media dalam menyikapi pernyataan Wakapolda Jateng. Secara umum, kami sangat mengapresiasi langkah kepolisian, khususnya Polda Jawa Tengah dan seluruh jajaran Polres, dalam memberantas aksi premanisme di wilayah ini,” ungkap Didik.
Namun demikian, pihaknya menyayangkan pernyataan yang menyebut nama Pagar Nusa secara umum terafiliasi dengan preman. Menurutnya, pernyataan tersebut sangat mengganggu dan menimbulkan keresahan di kalangan internal, terutama di Kudus yang selama ini dikenal kondusif.
“Yang kami sayangkan adalah pernyataan Pak Wakapolda yang terkesan menggeneralisasi. Akan lebih baik jika bisa disebutkan secara spesifik daerah mana yang dimaksud. Karena di Kudus sendiri, Pagar Nusa sangat kondusif, bahkan aktif dalam mencetak prestasi,” lanjutnya.
Didik menjelaskan bahwa selama ini Pagar Nusa Kudus terus menorehkan prestasi gemilang, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Dalam lima tahun terakhir, Pagar Nusa Kudus selalu menjadi juara umum dalam even Pagar Nusa se-Jawa Tengah di Yogyakarta. Bahkan, pada Kejurnas di Jakarta baru-baru ini, Pagar Nusa Kudus menyumbang banyak medali emas dan meraih posisi juara kedua secara nasional.
“Hubungan kami dengan aparat penegak hukum juga berjalan sangat baik, tidak pernah ada masalah. Justru kami fokus pada pembinaan anggota dan peningkatan prestasi,” tegasnya.
Terkait respons organisasi, Didik menyebutkan pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Pengurus Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Tengah. Pagar Nusa Kudus tidak akan mengambil langkah sendiri dan tetap mengikuti instruksi dari struktur organisasi di tingkat provinsi.
“Untuk sementara, kami instruksikan kepada seluruh anggota untuk tetap tenang. Kita tidak bisa bergerak sendiri, karena ini organisasi yang terstruktur dan harus satu komando se-Jawa Tengah. Pagar Nusa Kudus berharap pernyataan yang menyudutkan ini dapat segera diklarifikasi secara resmi,” pungkas Didik. (AS/YM)






