Pandemi, BEI Aktif Kampanyekan Investasi Saham melalui Kanal Digital

oleh -37 Dilihat

Kudus, isknews.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) selama pandemi terus bergerak dan aktif mengkampanyekan investasi saham melalui kanal digital, diantaranya melalui instagram dan youtube.

Kepala Kantor BEI Perwakilan Jateng 1 Fanny Rifqi mengatakan jika hal itu ditunjukkan dengan semakin bertambahnya pengikut instagram BEI, dimana sebelum pandemi COVID-19 hanya 5.000 orang, kini sudah melonjak menjadi 17.000 investor.

Instagram tersebut, kata Fanny, akan dikembangkan sebagai edukasi untuk menambah pemahaman masyarakat karena jika belum paham tentunya takut berinvestasi saham, sedangkan setelah paham akan melakukan percobaan.

Minat Kaum Muda Berinvestasi Meningkat

Meskipun masa pandemi, katanya, ternyata banyak masyarakat yang tertarik berinvestasi saham, Kantor Perwakilan Jawa Tengah 1 Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat minat kaum muda berinvestasi saham menunjukkan pertumbuhan signifikan.

“Kami mencatat per Juli 2021 jumlah investor di Jateng untuk usia muda antara 18-25 tahun mencapai 116.641 orang atau lebih banyak dibandingkan dengan usia 26-30 tahun tercatat hanya 61.997 orang, kemudian usia 31-40 hanya 54.656 orang, dan usia 41-100 hanya 39.879 orang,” ujarnya saat menggelar workshop bersama wartawan via zoom meeting, Kamis.

Ia mencatat selama beberapa tahun terakhir grafik kaum muda berminat menjadi investor saham mengalami kenaikan cukup signifikan, dibandingkan usia dewasa maupun tua. Data Desember 2018 masih didominasi kelompok usia 41-100 tahun dan usia 31-40 tahun, namun saat ini justru didominasi kaum muda.

Sementara jumlah investor saham di Provinsi Jateng per Juli 2021, kata dia, mencapai 275.117 investor atau lebih tinggi dibandingkan data per Desember 2020 tercatat hanya 176.694 investor.

Dari jumlah investor tersebut, untuk wilayah Semarang tercatat sebanyak 27.063 investor, selebihnya tersebar dari beberapa kabupaten/kota di Jateng.

Secara umum, kata dia, pertumbuhan jumlah investor di Tanah Air memang meningkat pesat, meskipun masih dalam situasi pandemi COVID-19 karena data per Juli 2021 tercatat mencapai 637.982 investor, sedangkan pada 2020 hanya 293.886 investor. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :