Kudus, isknews.com – Program NU Peduli oleh PCNU Kabupaten Kudus kali ini mendistribusikan sebanyak 9.000 kantong sembako yang diberikan kepada warga yang sempat terdampak saat banjir yang selama hampir dua pekan melanda sebagian wilayah Kudus.
Penyelenggaraan bantuan logistik sembako PCNU Kabupaten Kudus ini digalang oleh Lazisnu yang bersumber dari donasi keluarga besar PCNU dengan seluruh badan otonom (Banom) untuk kemudian disalurkan kepada 4 wilayah Kecamatan yakni, Jati, Kaliwungu, Mejobo dan Undaan yang dianggap paling parah terdampak bencana banjir di Kudus, Minggu (15/1/2023).
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator NU Peduli Kabupaten Kudus, Sarmanto. Menurutnya penyaluran bantuan pascabencana ini dikoordinir oleh masing-masing Majelis Wakil Cabang (MWC) NU kecamatan untuk diteruskan ke masing-masing desa yang terdampak bencana.
“Penyaluran bantuan serentak dilakukan dengan menggerakkan kader Fatayat, Muslimat, dan Ansor. Gerakan NU Peduli kali ini berfokus dalam program tanggap darurat bencana banjir di empat kecamatan. Meliputi, Kecamatan Jati, Kaliwungu, Mejobo, dan Undaan,” ujarnya.
Setelah berhasil mendirikan posko dapur umum di tiap-tiap kecamatan, lanjut dia, NU masih mempunyai dua tanggungjawab untuk melayani masyarakat korban bencana banjir. Yaitu, tanggungjawab membantu penyediaan logistik dan tanggungjawab menghadirkan layanan kesehatan gratis pasca banjir.
“Program tanggap darurat dari NU berupa posko, tujuannya menyiapkan nasi bungkus, dan menempatkan kader muda NU menjadi sukarelawan SAR. Setelah banjir surut, kami lanjutkan dengan program pascabencana,” terangnya.

Ketua Laziznu Kabupaten Kudus, M Ihdi Fahmi menambahkan, penggalangan donasi hingga penyaluran bantuan logistik ini dikoordinir oleh Laziznu kabupaten. Open donasi dimulai dari kalangan warga NU sampai tingkat ranting, juga terbuka bagi masyarakat umum yang hendak terlibat.
Kata dia, setiap paket sembako berisi beras dan mie instan untuk membantu kebutuhan dapur warga. Beberapa di antaranya ditambahkan gula dan minyak goreng untuk melengkapi bantuan.
“Total untuk beras ada 18 ton dan 1.000 karton mie instan. Kami bagikan semua untuk korban banjir,” ujarnya.
Dia menjelaskan, penyaluran bantuan ini dibagi menjadi dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 5.000 paket sembako dibagikan di Kecamatan Jati dan Kaliwungu. Sisanya bakal disalurkan di Kecamatan Undaan dan Mejobo pada tahap dua pendistribusian.
Pihaknya berharap, bantuan ini tepat sasaran kepada para korban bencana banjir. Supaya tujuan program untuk meringankan beban kebutuhan masyarakat bisa tercapai.
“Mekanisme distribusinya adalah dikirim ke sekretariat MWC masing-masing lalau akan distribusikan langsunng oleh para pengurus ranting. Kami akan kawal penyaluran bantuan ini agar tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Jati Fiza Akbar memastikan, seluruh warganya yang mengungsi di posko pengungsian sudah kembali ke rumah masing-masing sejak Sabtu kemarin. Praktis aktivitas di posko pengungsian sudah tidak ada lagi pasca banjir surut.
Namun demikian, lanjut dia, perhatian di bidang kebutuhan makanan, alat kebersihan, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat tetap diberikan hingga situasi dan kondisi warga kembali stabil.
“Kami arahkan masing-masing posko yang tersisa logistik untuk dibagikan rata ke warga. Selain itu, beberapa donatur yang menghubungi kami juga sudah diarahkan untuk membantu kebutuhan warga yang lain, seperti alat kebersihan. Kami juga sudah koordinasi dengan BPBD agar menyuplai air untuk kebutuhan penyemprotan dan air bersih,” tuturnya. (YM/YM)









