Pecahkan Rekor Nasional, Ribuan Mahasiswa UMK Mainkan Musik Angklung Virtual dengan Ponsel Pintar

oleh

Kudus, isknews.com – Paulus Pangka, ketua Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) yang hadir dan menyaksikan pencatatan rekor yang dilakukan oleh 2.670 Mahasiswa baru Universitas Muria Kudus (UMK) sebagai peserta dengan jumlah terbanyak yang secara flash mob
memainkan musik tradisional angklung virtual.

Dengan memanfaatkan aplikasi mobile dari ponsel pintar masing-masing dan tiap HP memiliki satu notasi nada saat digoyang-goyang selayaknya memainkan alat musik tradisional angklung. Leprid menyatakan bahwa aksi kreatif para mahasiswa tersebut berhasil mencatatkan rekor baru di Indonesia bahkan di dunia.

Pecahkan rekor Leprid, 2.670 mahasiswa UMK memainkan musik angklung virtual dengan ponsel pintar mereka (Foto: YM)

Ribuan mahasiswa itu berkumpul di gedung auditorium kampus UMK, di Jalan Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Selasa (17/09/2019). Para mahasiswa itu memainkan musik angklung virtual mengiringi lagu kebangsaan Nasional.

“Hari ini kami hadir di Kudus, tepatnya di Universitas Muria Kudus, yang mana anak-anak dididik biar kreatif. Mereka mengusulkan suatu rekor mengiringi lagu wajib nasional dengan virtual musik tradisional. Yang diikuti peserta banyak,” kata Pangka.

TRENDING :  Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkab Jalin Kerjasama Dengan UMK

Adapun lagu yang mereka iringi, yaitu Indonesia Pusaka, dan Bagimu Negeri. Pantauan di lokasi, ribuan mahasiswa duduk lesehan, baik di lantai 1 atau 2.

Mereka membawa ponselnya masing-masing. Aplikasi yang digunakan dalam pertunjukan ini ada 5 macam yaitu iAngklung, Kolintang, Serune, Saron, dan Gangsa. Kelimanya merupakan aplikasi musik untuk perangkat Android yang bisa diunduh di Google Play Store.

“Awalnya saya tidak percaya jika akan ada mahasiswa dalam jumlah banyak yang bermain virtual musik. Mereka melakukan dengan baik. Dan ini memecahkan rekor terbaru di Indonesia,” tutur dia.

TRENDING :  Tradisi Sedekah Bumi Meningkatkan Kebersamaan Dan Kerukunan Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Dalam kesempatan ini lanjut Paulus Pangka, mereka mencetak rekor baru dan bukan memecahkan rekor baru yakni mengiringi lagu wajib nasional dengan virtual dalam hal ini adalah melalui HP.

Dan pencetakan rekor baru itu dicatat dengan nomor rekor yakni 528. Harapan kedepan kata Paulus Pangka, tercipta rekor – rekor baru yang sifatnya kreatif inovatif. Dan rekor hari ini adalah gerakan moral kebangsaan dan belum pernah ada sebelumnya.

Sebelumnya, masing-masing peserta diberikan arahan apa dan kapan giliran mereka memainkan nada. Dengan ponselnya, mereka pun memainkan nada sesuai arahan pemandu sebelum mulai. Mulai dari tangga nada do, re, mi, dan seterusnya. Setelah semuanya paham, barulah iringan musik mereka mainkan.

TRENDING :  Indonesia Berdzikir Di Kudus, Doa Bersama untuk Kudus Bersama Ustadz Hariyono,

Begitu musik virtual mereka mainkan, suasana mendayu dan kompak terdengar. Gemuruh musik terdengar membahana di seluruh gedung. Para peserta dengan apik membawakan musik virtual.

Ditambah lagi saat mereka menyalakan lampu ponselnya di tengah lagu, suasana seketika menjadi gemerlap dan syahdu. “Nyalakan lampu di ponsel masing-masing. Angkat ponselnya semua,” kata seseorang yang berdiri di muka panggung.

Rektor UMK Suparnyo, berharap kegiatan ini akan diikuti oleh kreativitas dan inovasi mahasiswa lainnya. “Ini merupakan bentuk kreativitas mahasiswa. Bentuk kreatif dan inovatif ini kami dukung,” kata Suparnyo.

“Kami mendorong kreativitas baru atau mengembangkan yang sudah ada. Sudah ada unit kreatif. Ini (mahasiswa bermain musik virtual) tidak ada latihan,” pungkas rektor. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :