Pegadaian Kanwil XI Semarang Salurkan Sembako untuk Korban Banjir di Kudus

oleh -330 Dilihat
PT Pegadaian Kanwil XI Semarang melalui Pegadaian Area Pati berfoto bersama jajaran BPBD Kabupaten Kudus usai penyerahan bantuan CSR bagi korban banjir, Kamis (15/1/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – PT Pegadaian Kanwil XI Semarang melalui Pegadaian Area Pati menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Kabupaten Kudus. Bantuan tersebut diserahkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Kamis (15/1/2026).

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, melalui Deputy Bisnis Pegadaian Area Pati, Asror Maskuri, mengatakan bantuan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Pegadaian yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Bantuan ini merupakan dana CSR PT Pegadaian Kanwil XI Semarang atas instruksi langsung dari Bapak Pemimpin Wilayah kami, Pak Edy Purwanto, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir, khususnya di Kabupaten Kudus,” ujar Asror usai penyerahan bantuan.

Asror menjelaskan, bantuan yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat. Di antaranya beras sebanyak 120 karung masing-masing 5 kilogram, minyak goreng 48 kemasan ukuran 2 liter, mie instan sebanyak 50 karton, gula pasir 48 paket, serta aneka sayuran seperti wortel dan kubis, bumbu dapur, obat-obatan, perlengkapan mandi, popok bayi, dan susu.

Menurutnya, wilayah kerja Pegadaian Area Pati meliputi Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora, dan Demak. Namun untuk saat ini, bantuan CSR difokuskan terlebih dahulu bagi korban banjir di Kabupaten Kudus.

“Untuk daerah lain seperti Pati dan Jepara masih dalam proses. Saat ini kami memprioritaskan Kabupaten Kudus yang terdampak cukup parah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Kudus, Muhtar, mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Pegadaian. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu dalam penanganan korban bencana, terutama untuk kebutuhan dapur umum dan pengungsi.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Bantuan dari Pegadaian sangat bermanfaat bagi kami di BPBD dalam menyalurkan kebutuhan kepada warga terdampak, baik untuk pengungsi maupun dapur umum,” katanya.

Muhtar menambahkan, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan yang disampaikan oleh pos pengungsian dan dapur umum. Saat ini, dari total 16 dapur umum yang sempat direncanakan, sebanyak 14 dapur umum masih aktif beroperasi.

“Setiap pos pengungsian dan dapur umum menyampaikan kebutuhannya ke kami, kemudian kami sesuaikan dengan logistik yang tersedia agar bantuan tepat sasaran dan tidak menumpuk, terutama bahan makanan yang mudah rusak,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.