Pekerja Migran Kudus, “KTKLN Hanya Menambah Berat Beaya Perjalanan Kami”

oleh -1,113 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Paguyuban Warga Kudus yang bekerja dan merantau di negeri seberang, BOLO KUROWO memiliki anggota hingga 150 orang yang tersebar di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong serta Korea,  ditemui di sela sela acara Halal Bihalal di Taman Wisata Musium Kretek Jati Kudus (25/7),  Akhlis salah seorang anggota Bolo Kurowo dalam acara tersebut melontarkan keluhannya tentang fungsi dan Peran KTKLN yang harus dia urus sebelum berangkat ke negeri seberang kepada media ini,  Akhlis adalah satu pekerja migran asal Kudus yang sudah 4 tahun bekerja di perusahaan konstruksi Kuala Lumpur  Malaysia dan masa berlaku KTKLN yang dimilikinya sudah menjelang habis masa berlakunya,  menjelaskan  KTKLN adalah kartu identitas bagi TKI yang memenuhi persyaratan dan prosedur untuk bekerja di luar negri,dibuat dalam bentuk smarcard contactless. Kartu ini memuat data identitas TKI,foto,sidik jari (dua jari, kiri-kanan), di terbitkan oleh BPN2TKI dengan beaya penerbitan Rp. 190.000 pertahun kartu ini berfungsi sebagai semacam asuransi bagi TKI.

“Namun pada tataran pelaksanaanya, tidak semua bandara pemberangkatan TKI mewajibkan para TKI atau Calon TKI, untuk mengantongi kartu ini, dan dalam praktiknya ketika terjadi kecelakaan kerja atau hal-hal yang berkait dengan kondisi yang tidak menguntungkan bagi TKI, kartu tersebut tidak bisa berbuat apa-apa bagi kami, bahkan kami menganggap hanya membebani beaya pemberangkatan kami, Soalnya, praktik di lapangan berbeda dengan teori di atas kertas. TKI mendapat KTKLN apabila telah membayar asuransi. Di lain pihak, asuransi TKI acapkali bermasalah. Masalah lainnya, TKI yang kembali ke Indonesia tak dapat lagi bekerja di luar negeri sepanjang KTKLN tidak diperpanjang. Perpanjangan KTKLN negara penempatan, apakah tersedia atau sebaliknya. Singkatnya, perpanjangan KTKLN sangat memberatkan para TKI di bagian imigrasi, Apalagi saya mendengar presiden Jokowi sudah menghapus KTKLN ini” katanya.  (YM/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :