Kudus, isknews.com — Melihat besarnya peluang kreativitas di era digital, SLB Negeri Purwosari Kudus mendorong para pelajar berkebutuhan khusus untuk berani berkarya melalui konten media sosial. Dorongan itu diwujudkan dengan menggelar In House Training Konten Kreator bagi guru dan siswa pada Selasa (9/12), menghadirkan praktisi sekaligus kreator Blora Updates, Arif Firmansyah.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga jam tersebut dibuat interaktif.
Arif tidak hanya memaparkan materi, tetapi juga mengajak peserta mencoba membuat konten secara langsung.
Suasana pelatihan pun cair, penuh antusiasme, dan memberi ruang eksplorasi bagi peserta yang selama ini mungkin belum percaya diri untuk tampil.
Ketua panitia kegiatan, Kukuh Imanda, mengatakan bahwa pelatihan kreator konten baru pertama kali digelar di SLBN Purwosari dan langsung diikuti 50 guru serta pelajar.
“Banyak guru dan pelajar sudah memiliki akun media sosial. Harapannya, lewat pelatihan ini semangat mereka dalam berkarya bisa semakin berkembang,” jelasnya.
Dalam penjelasannya, Arif menekankan pentingnya karakter dan keberanian sebagai pondasi seorang kreator. Ia menyebut bahwa setiap orang memiliki potensi unik yang bisa menjadi kekuatan konten jika digarap secara konsisten.
“Kunci utamanya jadi kreator konten yakni berani dan percaya diri. Semua dimulai dari nol, dan jika memiliki niat yang tangguh, seiring waktu kreativitas akan terbentuk,” terangnya.
Arif juga membeberkan strategi dasar dalam meningkatkan visibilitas unggahan, salah satunya penggunaan tagar yang relevan dan konsisten di setiap postingan sebagai identitas karya.
Lebih jauh, Arif meyakini bahwa pelajar SLB memiliki keistimewaan yang justru dapat menjadi nilai lebih di tengah ramainya dunia konten digital.
“Jika bakat dan kemampuan mereka digarap menjadi karya dan terus konsisten, mereka juga bisa punya nilai jual dan pangsa pasar,” ungkapnya.
Kegiatan ini meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Linda, pelajar tuna daksa, merasa percaya diri setelah mendapat pelatihan.
“Terima kasih Pak Arif sudah mengajari kami membuat konten dan memberi semangat untuk terus berkarya,” katanya.
Danang, pelajar tuna daksa lainnya, bahkan sudah mempraktikkan apa yang didapatnya.
“Saya sudah memposting konten motivasi, dan saya ingin menjadi motivator terkenal,” ujarnya. (YM/YM)







