Pelaku Fashion Kudus Tak Berhenti Berinovasi, Tembus Sejumlah Program Nasional

oleh -26 Dilihat
Mochamad Ervando, pelaku usaha fashion asal Kudus, terus mengembangkan bisnisnya dengan mengikuti berbagai program nasional untuk memperluas relasi dan pasar. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM

KUDUS, ISKNEWS.COM – Upaya pelaku usaha fashion di Kabupaten Kudus untuk mengembangkan bisnis ke level yang lebih luas terus dilakukan. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam berbagai program pengembangan dan kompetisi tingkat nasional yang dapat membuka akses terhadap jejaring, pendampingan, hingga peluang kolaborasi.

Langkah tersebut dilakukan Mochamad Ervando, pemilik Vando Clothing, brand fashion yang telah dirintis sejak 2021. Dalam perjalanannya, usaha tersebut aktif mengikuti berbagai program untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis.

Ervando mengatakan, pengembangan usahanya selama ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Di tingkat Kabupaten Kudus, dukungan datang dari Dinas Perinkop UKM Kudus, Dekranasda Kudus, serta beberapa pihak lainnya.

“Dalam proses pengembangannya memang dibantu dari beberapa pihak. Dari Kudus ada Dinas Perinkop UKM Kudus, kemudian Dekranasda Kudus, dan beberapa pihak lainnya,” ujar Ervando saat diwawancarai, Rabu (9/9/2026).

Selain dari pemerintah daerah, pihaknya juga pernah mengikuti sejumlah kegiatan pengembangan usaha yang difasilitasi Bank Indonesia wilayah Jawa Tengah.

Pada 2026, sejumlah program kembali diikuti untuk memperkuat bisnis. Salah satunya Green Competency Development yang berkaitan dengan pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) hijau.

Dalam program Kementerian Perindustrian tersebut, Vando Clothing berhasil masuk dalam 100 IKM terpilih dari 740 IKM yang mendaftar. Program itu menjadi salah satu upaya untuk mendorong pelaku IKM menerapkan konsep usaha yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.

Tidak hanya itu, Vando Clothing juga berhasil lolos dalam program Pertamina UMK Academy 2026. Ervando menyebut pihaknya turut mengikuti Youth Sharia Trainer Innovation Competition dan National Technopreneurship Competition 2026.

Menurutnya, berbagai program tersebut menjadi sarana untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan skala bisnis.

“Beberapa kegiatan itu memang kami ikuti untuk meningkatkan scale up bisnis. Jadi memang segala sesuatu kita butuh relasi dan tidak bisa bekerja secara mandiri,” jelasnya.

Ervando menjelaskan, informasi mengenai program-program tersebut biasanya diperoleh melalui media sosial. Setelah menemukan program yang sesuai, pihaknya kemudian mempelajari persyaratan dan mengikuti proses pendaftaran.

Setiap program memiliki ketentuan yang berbeda. Ada yang meminta peserta mengajukan proposal, membuat presentasi PowerPoint, maupun mengisi sejumlah data mengenai kondisi serta rencana pengembangan usaha.

Setelah dinyatakan lolos seleksi, peserta wajib mengikuti rangkaian kegiatan sesuai mekanisme yang telah ditentukan oleh penyelenggara.

Untuk Pertamina UMK Academy 2026, misalnya, rangkaian program berlangsung selama empat bulan. Tahap regional dijalankan pada September dan Oktober, kemudian dilanjutkan ke tingkat nasional pada November dan Desember.

“Programnya sampai empat bulan. Dimulai September, Oktober regional, setelah itu lanjut November dan Desember untuk tingkat nasional,” ungkapnya.

Ervando mengatakan, peserta juga mendapatkan berbagai tugas selama mengikuti program. Banyaknya tugas yang diberikan bahkan membuatnya mengibaratkan proses tersebut seperti mengerjakan skripsi.

Sementara itu, dalam program Green Competency Development, peserta diminta melengkapi sejumlah data terkait kesiapan usaha untuk mengikuti pengembangan IKM dengan konsep hijau.

Ervando berharap berbagai kegiatan yang diikuti dapat memberikan manfaat bagi perkembangan bisnisnya. Selain memperoleh pengetahuan, ia menilai bertambahnya relasi menjadi salah satu manfaat yang sangat penting.

“Harapannya semua kegiatan bisa diikuti dan semoga bisa menambah relasi. Itu yang paling utama,” katanya.

Ia juga berharap dukungan terhadap usahanya dapat terus diperoleh dari berbagai pihak. Dukungan tersebut tidak hanya berupa material, tetapi juga pendampingan maupun bantuan dalam pengembangan bisnis.

Sementara itu, usaha fashion yang dirintis sejak 2021 tersebut memiliki konsep dengan menyesuaikan kebutuhan pasar. Ervando mengaku terlebih dahulu mencari tahu apa yang dibutuhkan konsumen sebelum menuangkannya dalam produk kaos.

“Konsepnya bagaimana kami relate dengan market. Kebutuhan market apa, kami cari tahu kemudian kami ekspresikan di sebuah kaos,” terangnya.

Salah satu perhatian utama dalam pengembangan produknya adalah kenyamanan. Ervando melihat produk kaos dengan harga murah cukup banyak ditawarkan melalui marketplace, tetapi tidak semuanya memberikan kenyamanan bagi pengguna.

Dari kondisi tersebut, pihaknya mencoba menghadirkan produk yang tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kualitas dan kenyamanan ketika dikenakan.

“Dari situlah kami memberikan prioritas kenyamanan untuk pemakai produk kaos kami. Kenyamanan itu prioritas kami,” tegasnya.

Perkembangan usaha kemudian membuat pesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia. Transaksi sebagian besar dilakukan secara online dengan pelanggan yang memiliki kebutuhan beragam.

Pesanan bahkan datang dari Bali hingga Kalimantan. Selain konsumen individu, terdapat pula perusahaan yang memesan produk untuk kebutuhan tertentu, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit.

“Pemesanan seluruh Indonesia. Ada yang order dari Bali, kemudian dari perusahaan Kalimantan juga ada, dari perusahaan kelapa sawit. Tergantung kebutuhannya dan semuanya lewat online,” ujarnya.

Untuk pesanan dalam jumlah besar, produknya juga pernah dikirim hingga Nusa Tenggara Timur. Bahkan, pasar luar negeri juga pernah dijangkau melalui pesanan online maupun pelanggan yang membawa produk tersebut ke luar negeri.

Di tingkat lokal, sejumlah agenda juga telah disiapkan. Pada 18-20 September 2026, pihaknya akan mengikuti pameran fashion di kawasan Alun-Alun Kudus. Kemudian pada 19 September dijadwalkan berlangsung kegiatan fashion street.

Berbagai agenda tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan, dan membuka peluang kerja sama baru.

Dengan mengikuti berbagai program pengembangan, kompetisi dan kegiatan fashion, Ervando berharap bisnis yang dirintis dari Kudus tersebut dapat terus berkembang. Ia ingin kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat usaha sekaligus membawa brand lokal Kudus menjangkau pasar yang semakin luas. (AS/YM)