Pelatihan POP Tahap Kedua, SDN 3 Bae Ikuti Pelatihan Penyusunan Kurikulum Merdeka

oleh -45 Dilihat

Kudus, isknews.com – Puluhan Sekolah Dasar (SD) di Kudus yang menjadi sasaran Program Organisasi Penggerak (POP) mengikuti kegiatan pelatihan penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan, Selasa (17/05/2022).

Kegiatan pelatihan yang diselerenggarakan lewat daring atau join zoom meeting ini merupakan kegiatan tahap kedua untuk menyiapkan penerapan kurikulum merdeka.

Kurikulum operasional di satuan pendidikan berisi tentang seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, dan digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pembelajaran.

Kepala SDN 3 Bae, Surtini, menuturkan, pihaknya bersama beberapa guru di sekolah setempat telah mengikuti kegiatan pelatihan hari ini. Kegiatan yang diiniasiasi oleh Pusat Belajar Guru (PBG) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus ini dirasa sangat diperlukan agar pengaplikasian kurikulum pada pembelajaran bisa maksimal.

“Ini kita ikuti dari pagi tadi sampai nanti selesai terkait pelatihan penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan,” ujarnya.

Salah satu materi yang diajarkan pada kegiatan kali ini, lanjut Surtini, seperti pembuatan soal bagi peserta didik. Para guru yang ikut dalam kegiatan pelatihan diajari bagaimana membuat soal yang sesuai dengan kurikulum yang akan diberlakukan.

“Jadi kita sama-sama belajar agar penerapannya nanti gimana kita tidak kaget dan bisa disesuaikan dengan peserta didik,” tambahnya.

Pihaknya juga menuturkan, kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan pelatihan tahap kedua. Yang mana, sebelumnya telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan tahap pertama pada pertengahan tahun 2021 lalu.

Pihaknya berharap, kegiatan ini bisa membantu para tenaga pendidik di SD 3 Bae agar mumpuni dalam menerapkan kurikulum merdeka kepada para peserta didik nantinya.

“Kemarin juga ada kegiatan asessment kompetensi minimum (AKM) yang sudah kita uji cobakan untuk kelas 5,” tuturnya.

Sejauh ini, Surtini belum menemukan kendala yang berarti. Semenjak ditunjuk sebagai SD yang menjadi sasaran POP di wilayah Korwil Kecamatan Bae, pihaknya mengikuti segala kegiatan dan imbauan sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

“Siap tidak siap memang harus siap, mau tidak mau ya harus mau, karena ini juga untuk mengembangkan dunia pendidikan, khususnya di SDN 3 Bae sendiri,” tuturnya.

Untuk diketahui, pengembangan kurikulum operasional ini sendiri berpusat pada peserta didik, kontekstual, esensial, akuntabel, dan partisipatif.

Prinsip pengembangan sendiri bertujuan guna membantu proses berpikir dalam menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan. Kemudian, menjadi dasar dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kurikulum.

Satuan pendidikan pun diberikan kebebasan dalam pengembangan dalam menyesuaikan tujuan utama dari kurikulum operasional sekolah. Tentunya dengan tetap berpedoman komponen dasar yang tercakup di dalamnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :