Pemdes Getas Pejaten Kudus Hibur Pengungsi, Hadirkan Pentas Wayang oleh Dalang Cilik

oleh -1,081 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pemerintah Desa Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Minggu (24/3/2024) malam di aula desa Graha Mustika, menyelenggarakan pertunjukan budaya wayang kulit oleh dalang cilik asli Desa setempat. Sebelumnya, juga ditampilkan barongan dan campursari-nan yang semuanya dimainkan anak-anak hingga remaja.

Kepdes Getas Pejaten Kusnadi mengungkapkan, pihaknya ingin menghibur pengungsi banjir dengan mementaskan budaya yang dimainkan oleh warganya,

“Kami (Pemdes) sengaja mengemas kegiatan dalam bentuk pertunjukan rakyat seperti ini dalam rangka trauma healing, agar warga yang menyaksikan, khususnya para pengungsi bisa terhibur, bisa melepas kejenuhan dan penat selama di pengungsian,” terangnya.

Terlihat, para penonton mulai dari anak-anak hingga orang dewasa ikut larut dalam suasana keceriaan bersama sejenak melepas kejenuhan dan kepenatan.

Wayang kulit dengan lakon Wisanggeni Lahir dimainkan oleh dalang cilik bernama Fersanino Adelio Fawwas (9 tahun) warga Getas Pejaten RT 04/01, Jati, Kudus. Nino, sapaan akrabnya, saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 4.

Anak kedua dari dua bersaudara itu merupakan putra dari pasangan Sri Yani (38 tahun) dan Suwarno (45).

Yani menceritakan, bahwa kegemaran anaknya terhadap wayang sudah sejak usia 3 tahun.

“Awalnya dulu, Kakeknya senang nonton wayang lewat CD. Setiap selesai dia minta CD-nya. Nah, dari situ kalau ada pementasan wayang Nino selalu ngajak nonton. Dulu kan, di Simpang 7 itu sering. Kalau belum selesai itu dia gak mau pulang,” tuturnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah, dan Camat Jati Fiza Akbar turut hadir dalam acara tersebut.

Mutrikah dalam sambutannya mengapresiasi gelaran pertunjukan budaya ini, terlebih untuk menghibur pengungsi banjir,

Selain itu, pertunjukan ini menurutnya sekaligus sebagai sarana pelestarian dan regenerasi supaya kebudayaan tetap lestari,

“Kami titip pesan supaya adik-adik generasi penerus ini terus dilakukan pembinaan dalam rangka regenerasi, sehingga hasanah budaya Indonesia, khususnya di Kudus bisa lestari kedepannya,” ungkapnya.

Pihaknya juga turut bersedih dengan adanya musibah banjir yang terjadi, “Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesabaran atas ujian yang telah diberikan, semoga kita bisa mengambil hikmahnya,” sambungnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :