Pemkab Berencana Pulangkan 41 Warga Kudus Terlantar di Jabodetabek Akibat PSBB

oleh

Kudus, isknews.com – Usai mengunjungi suasana dapur umum di Pendopo kabupaten Kudus, Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo menyampaikan kepada sejumlah awak media bahwa pihaknya menerima laporan ada 41 orang warga asal Kudus yang kini telantar di Jakarta.

Mereka tak bias pulang setelah Pemprov DKI Jakarta dan Botabek memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Menurutnya data ini dia peroleh dari laporan Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) Jabodetabek.

“Menurut informasi kini posisinya terlantar di Jakarta, sudah tak mampu lagi bayar kontrakan karena sudah tidak lagi bekerja dan tak punya uang, sementara mereka tidak diperbolehkan mudik akibat  pemberlakuan PSBB, di Jabodetabek,” ujar Hartopo, Jumat (08/05/2020).

TRENDING :  Maksimalkan Pelayanan Publik, Delapan Kekosongan Jabatan Diisi Plt

Saat ini, kondisi ke 41 orang warga tersebut mengkhawatirkan karena sudah tidak memiliki uang untuk bertahan hidup.

“Informasinya selain menjadi korban PHK, mereka juga sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, sedangkan tempat tinggalnya merupakan tempat kontrakan,” ungkapnya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo (Foto: YM)

Pihaknya mengakui sudah berupaya memberikan bantuan melalui komunitas keluarga Kudus-Jakarta. Akan tetapi, lanjut dia, ketika bantuan tersebut dinilai tidak lagi mencukupi kebutuhan hidup mereka.

“Tentunya harus difasilitasi untuk bisa pulang ke Kudus. Karena jika dibiarkan kasihan karena mereka saat ini tidak bisa pulang,” ujarnya.

TRENDING :  BPESDM Tanggung Beaya Pajak 20.000 Titik LPJU Hingga Hampir Mencapai Rp 3M Perbulan

Terkait hal itu, menurut Hartopo, pihaknya sedang mengkoordinasikan dengan Pemerintah dan Dinas Perhubungan setempat.

Bahkan, kata Hartopo, Pemkab Kudus siap memfasilitasi pemulangan 41 warga asal Kudus yang berada di Jakarta karena menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga pemenuhan kebutuhan hidup sehari-harinya juga terganggu.

“Nantinya, Pemkab Kudus bisa melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat melalui dinas perhubungan,”ujarnya.

Tak hanya kepada 41 orang pekerja asal Kudus itu saja, Hartopo juga menyampaikan dirinya mempertimbangkan untuk menjemput satu warga Kudus yang kini ibundanya sedang terbaring sakit di sebuah rumah sakit dan mempertanyakan terus kondisi anaknya.

TRENDING :  Tarik Investasi, Puluhan Dubes Diundang ke Jepara

Menurutnya kepada warga di Kecamatan Bae ini, dengan alasan kemanusiaan Pemkab akan berupaya agar warga tersebut bias dipulangkan ke Kudus.

“Kasihan mas ibunya sudah koma, dan ingin sekali bertemu dengan anaknya,” ujar Hartopo.

Nantinya menurut Hartopo, ketika sampai di Kudus mereka harus menjalani masa karantina di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah.

Serangkaian protokol kesehatan, termasuk tes cepat, juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar sehat dan bebas corona sebelum berkumpul dengan keluarga.

Masyarakat tetap diingatkan agar mengikuti anjuran pemerintah, mulai dari jaga jarak dari aktivitas sosial serta menjaga jarak fisik antarmanusia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :