Pemkab Siapkan Rp 10 M Untuk Tangani Abrasi

oleh
Kondisi pinggiran pantai Desa Karanglincak
Foto: Kondisi pinggiran pantai Desa Karanglincak, Kecamatan Gragan, seusai terkena abrasi. (Rendy/ISKNEWS.COM)

Rembang, ISKNEWS.COM – Pada 11 Januari 2018 lalu telah terjadi bencana abrasi pantai di Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan. Akibatnya sejumlah fasilitas umum, seperti jalan rabat beton, tanggul musala, pos nelayan, tebing pantai dan warung milik Tasripah rusak, abrasi juga berdampak di wilayah desa lain seperti Desa Kragan, Tegalmulyo dan Karangharjo.

TRENDING :  32 Disabilitas di Kudus Dapatkan Pelatihan Pembuatan Batik Ciprut dan Keset

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan, abrasi ini akan ditangani lebih serius lagi. Pihaknya akan memberikan solusi permanen dengan kisaran anggaran Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar untuk empat desa terdampak paling parah.

“Abrasi ini harus kita tangani serius, kalau setengah-setengah anggaran Rp 200 juta, Rp 300 juta itu bablas kena ombak. Kami ingin menangani serius dengan anggaran besar dan konsultan handal,” tuturnya.

TRENDING :  Pemkab Usulkan 17 Kepsek SD Negeri di Kudus

Perencanaan penanganan abrasi akan dibuat secepatnya tahun ini, dan dilaksanakan tahun 2019 mendatang. Untuk penanganan sementara dibuat penghalang dari bambu.

“Ini kerusakannya kan panjang, tapi kalau mau menangani semuanya gak kuat, harus bertahap. Untuk penanganan sementara memakai bambu, itupun tidak akan bertahan lama,” imbuhnya.

TRENDING :  Dua Hal Yang Perlu Disikapi Terkait Batik Tulis Lasem

Kerugian materiil yang disebabkan bencana abrasi air laut ini, diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Untuk sementara waktu ini dengan peralatan seadanya, warga desa bergotong royong membuat penahan abrasi yang sifatnya hanya sementara. (RTW/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :