Pencak Silat Kudus Bidik Emas, Mental Atlet Jadi Kunci Jelang Porprov Jateng 2026

oleh -535 Dilihat
Pemusatan Pelatihan di GOR Wergu Wetan Kudus. (Foto: Devy)

KUDUS, ISKNEWS.COM — Tim pencak silat Kabupaten Kudus mulai memasuki fase pemantapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026. Bukan hanya kecepatan dan teknik, kesiapan mental atlet kini menjadi perhatian utama demi mewujudkan target minimal satu medali emas.

Pelatih Pencak Silat Kudus, Mas’ud, mengatakan program latihan saat ini mulai diarahkan pada peningkatan kecepatan sekaligus pematangan teknik. Hal tersebut dilakukan karena waktu pelaksanaan pertandingan semakin dekat.

“Persiapannya adalah memperbanyak kecepatan dan teknik karena sudah mendekati hari H,” ujar Mas’ud, Senin (15/9/2026).

Pada Porprov Jateng 2026, Kudus akan menurunkan sembilan atlet. Delapan atlet akan bertanding di nomor tanding, sedangkan satu atlet memperkuat nomor seni.

Untuk sektor putri, sejumlah atlet akan turun di kelas A, B, C hingga nomor ganda putri. Sementara atlet lainnya akan memperkuat nomor tanding putra.

Meski pertandingan semakin dekat, Mas’ud mengakui kondisi latihan tim saat ini belum mencapai intensitas maksimal. Program latihan baru berada di kisaran 70 persen.

Salah satu penyebabnya adalah sejumlah atlet sebelumnya harus mengikuti Popda Jawa Tengah. Kondisi tersebut membuat beberapa atlet harus menjalani latihan secara mandiri dan jadwal latihan bersama menyesuaikan agenda.

“Untuk ini baru 70 persen, belum maksimal. Kemarin ada Popda Jawa Tengah, jadi anak-anak latihan mandiri,” jelasnya.

Kini intensitas latihan kembali ditingkatkan. Dalam sepekan, atlet menjalani latihan sebanyak lima kali. Mayoritas latihan dipusatkan di GOR Bung Karno Kudus, dengan jadwal malam pada Selasa dan Kamis, sedangkan hari lainnya latihan dilakukan pada sore hari.

Namun, persiapan tim tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ketersediaan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi.

GOR Bung Karno yang menjadi lokasi latihan pencak silat juga digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga lain, seperti futsal dan voli. Akibatnya, tim terkadang harus mencari tempat alternatif untuk menjalankan program latihan.

Kondisi tersebut cukup berpengaruh karena latihan pencak silat membutuhkan matras agar atlet dapat berlatih secara optimal.

Selain fasilitas, persoalan cedera juga menjadi perhatian tim pelatih. Cedera menjadi salah satu risiko yang harus dihadapi atlet karena program persiapan meliputi try out, latihan tendangan hingga latihan beban.

Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, Pencak Silat Kudus tetap memasang target tinggi. Minimal satu medali emas menjadi sasaran yang ingin dibawa pulang dari Porprov Jateng 2026, khususnya melalui nomor tanding putri.

Mas’ud optimistis peluang tersebut terbuka. Namun, ia menyebut persaingan pada Porprov kali ini dipastikan berlangsung ketat karena hampir seluruh daerah di Jawa Tengah telah melakukan pemusatan latihan.

“Semua silat itu hampir rata semua. Ketat sekali karena masing-masing daerah sudah disentralkan latihannya,” katanya.

Sebagai gambaran, pada Porprov Jateng 2023, Pencak Silat Kudus mengoleksi dua medali perak dan tiga medali perunggu. Seluruh medali tersebut diraih dari nomor tanding.

Salah satu atlet yang menjadi tumpuan adalah Anissa Octaviani. Atlet berusia 25 tahun itu akan tampil di nomor ganda putri dan bakal menjalani Porprov untuk ketiga kalinya.

Anissa mengungkapkan perjalanan menuju Porprov 2026 telah dimulai sejak Porkab. Setelah itu, ia mengikuti Pra-Porprov hingga akhirnya memastikan tiket ke ajang tingkat provinsi tersebut.

“Mulai Januari 2026 kita sudah benar-benar latihan yang kencang,” kata Anissa.

Sebagai atlet ganda putri, Anissa juga menghadapi tantangan tersendiri dalam membagi waktu latihan bersama pasangannya. Keterbatasan penggunaan GOR membuat keduanya terkadang harus mencari lokasi latihan alternatif.

Padahal, menurutnya, latihan ganda putri membutuhkan matras agar gerakan dapat dilakukan dengan aman dan maksimal.

Meski demikian, pengalaman bertanding menjadi modal penting. Anissa telah memiliki jam terbang dari berbagai tingkatan pertandingan hingga kejuaraan provinsi dan nasional.

Pengalaman tersebut dinilainya membantu mengendalikan rasa gugup sekaligus memperkuat mental ketika harus berhadapan dengan lawan.

Porprov 2026 juga memiliki makna khusus bagi Anissa. Ajang tersebut menjadi kesempatan terakhirnya tampil di Porprov. Karena itu, ia ingin memberikan penampilan terbaik sekaligus mendorong atlet-atlet muda agar tidak minder saat bertanding.

“Saya ingin merangkul adik-adik supaya tidak takut. Ini justru menjadi motivasi untuk kita,” ujarnya.

Bagi Mas’ud, mental bahkan menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam pertandingan. Teknik dan kondisi fisik yang bagus dinilai tidak akan berarti banyak jika atlet tidak mampu mengendalikan rasa takut ketika berada di arena.

“Yang utama adalah mental. Kalau mentalnya bagus, insyaallah kita bisa lolos. Kalau ketakutan, teknik dan fisik bisa hilang semuanya,” tegasnya.

Dengan waktu pertandingan yang semakin dekat, tim pencak silat Kudus kini terus menggenjot persiapan. Sembilan atlet disiapkan untuk membawa misi memperbaiki capaian sebelumnya sekaligus mengejar medali emas.

Pengalaman atlet senior, persiapan teknik dan fisik, serta penguatan mental diharapkan menjadi kombinasi untuk menghadapi persaingan ketat antardaerah.

Mas’ud berharap seluruh atlet mampu tampil maksimal ketika pertandingan berlangsung, tidak terbebani rasa gugup, dan berani mengeluarkan seluruh kemampuan yang telah diasah selama masa persiapan.

“Harapannya anak-anak bisa main maksimal, tidak grogi, dan tampil tenanan. Yang paling penting mentalnya siap,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.