Pendaki Terjatuh ke Jurang Saat di Puncak Natas Angin, Mahasiswi UMKU

oleh -782 Dilihat
Sejumlah anggota Tim SAR gabungan saat sedang memanjatkan do'a sebbbelum melakukan proses evakuasi korban lanjutan (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Seperti diberitakan di media ini sebelumnya, seorang gadis pendaki gunung dilaporkan terjatuh ke jurang saat melintasi jalur pegunungan Natas Angin, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, pada Selasa (24/6/2025) siang. Hingga malam pukul 22.30 WIB, korban belum berhasil ditemukan. Proses pencarian oleh tim gabungan dilanjutkan pagi ini, Rabu (25/6).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rizka Himawan, membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) angkatan tahun 2023 dari program studi profesi Ners.

“Benar, korban adalah mahasiswa kami bernama Jovita Diva Prabudawardani (21), secara akademik Jovita sebenarnya telah lulus dan baru saja mengikuti pengambilan sumpah profesi sebagai Ners. Jadi statusnya sudah alumni tinggal menunggu sejumlah proses administratif akhir sebelum resmi dilepas sebagai alumni.” Terangnya, Rabu (25/06/2025).

Pihak kampus, lanjut Rizka, juga telah menghubungi sejumlah pihak untuk turut membantu proses evakuasi. Pihak kampus telah berkoordinasi dan menghubungi tim SAR dari BPBD dan MDMC atas kejadian tersebut.

“Hingga saat ini kami masih memantau perkembangan evakuasi dari lapangan dan terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait. UMKU juga siap memberikan dukungan moril dan administratif kepada keluarga korban di lapangan.

Sementara itu, Kapolsek Gebog AKP Siswanto dalam laporan resminya menyatakan bahwa kejadian tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 14.10 WIB.

“Adanya orang terjatuh di jurang jalur pendakian pegunungan Natasangin turut Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, yang diketahui terjadi pada hari Selasa, tanggal 24 Juni 2025, sekitar pukul 14.10 WIB,” ujar AKP Siswanto.

Korban diketahui melakukan pendakian bersama sepupunya, AF (12). Keduanya berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB dengan berpamitan kepada orang tua bahwa hendak pergi ke SMA Gebog. Namun ternyata mereka langsung menuju Desa Rahtawu untuk melakukan pendakian.

“Mereka tiba di basecamp sekitar pukul delapan pagi dan mulai naik ke puncak. Sekitar jam satu siang mereka sudah sampai di Natas Angin,” kata Kapolsek.

Saat perjalanan turun, AF berjalan lebih dulu, diikuti korban yang berjarak sekitar 10 meter di belakang. Di belakang mereka juga terdapat rombongan lain berisi empat pendaki laki-laki. Insiden terjadi saat korban memilih melewati jalur tanah di area yang dikenal sebagai “jalur naga”.

“Salah satu pendaki dari rombongan belakang, WR, menyampaikan bahwa korban terlihat terjatuh dan tergeletak di dasar jurang yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 50 meter dan dia segera melapor ke basecamp,” ujarnya.

Laporan diterima oleh Polsek Gebog dan langsung ditindaklanjuti. Petugas berkoordinasi dengan tim gabungan untuk proses pencarian dan evakuasi.

“Tim SAR gabungan dari BPBD Kudus, BASARNAS Jepara, SAR NU Kudus, MDMC Muhammadiyah Kudus, DESTANA Japan Dawe, dan relawan Abiyoso langsung diterjunkan,” terang AKP Siswanto.

Namun hingga malam hari, medan yang sulit dan kondisi gelap membuat proses evakuasi belum bisa mencapai lokasi jatuhnya korban.

“Tim baru bisa sampai Pos 5, sekitar 800 meter dari lokasi kejadian. Karena kondisi tidak memungkinkan, evakuasi kami lanjutkan pagi ini,” tegasnya.

Kapolsek menyatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian, mencatat keterangan para saksi, dan melaporkan perkembangan ke satuan atas. Pencarian masih terus dilakukan dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.