Kudus, isknews.com – Bulan suci Ramadhan sebagai sarana kaum muslim di seluruh dunia untuk berlomba-lomba meningkatkan amal badah. Terlebih di banyak pondok pesantren salaf, selain sholat Tarawih dan tadarus, ada tradisi yang hingga kini bertahan. Yakni mengaji kitab kuning bersama atau masyhur dengan istilah Ngaji Pasanan.
Seperti halnya di Ponpes Al-Qaumaniyah Kauman, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ramadhan 1445H/2024, Pengurus membuka lapak pengajian kilatan dengan menu belasan kitab disajikan.
Pengurus Pondok Pesantren Al-Qaumaniyah Kudus, Sholikin mengatakan, kegiatan pengajian itu dilaksanakan setiap pagi, siang, maupun malam. Masing-masing kitab ada yang mengulas tentang akhlak, tasawuf, fiqih, keutamaan ibadah dan juga mengulas hadits, sholawat dan lainnya.
“Diantaranya kitabnya adalah Kitab Ijazatul Kubro, Salahul Muslim, Al-Maqoshid, Arrasulul Hilmi, Simtudduror, Dalailul Khoirot, Maqosidus Shoum, Manhus Saniyyah,
Lalu ada Matan Abi Jamroh, Manaqib Shohabat Arba’ah, Risalatul Ulumul Qur’aniyah, Arrisalatan, Arbaun Fil Ahlam, Iqdul Lauli,” rinci Sholikin kepada isknews.com.
Sholikin juga mengatakan, yang memberi pengajian merupakan sejumlah kiai besar dari Pesantren. Diantaranya KH. M Mujib, K. Yasin, K. Khidlir serta diampu sejumlah ustadz, diantaranya Ust. Sabiqin, Ust. Imam Riyanto.
Di Pondok Pesantren Al-Qaumaniyah sendiri, kata Sholikin, sudah menjadi tradisi dalam melakukan pengajian tersebut.
Para santri selalu menantikan pengajian ini. Selain bisa menambah ilmu baru juga mengisi kegiatan selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Saat ramadhan, selain santri tetap juga ada yang berstatus santri kilatan, dimana santri tersebut memang sengaja memperkaya hasanah keilmuan kitab kuning khusus di bulan puasa.
Khusus yang terdaftar untuk kegiatan ngaji kilatan jumlahnya ada Seratusan santri. Mereka datang dari berbagi daerah di Jawa, namun untuk mayoritas dari Kudus dan sekitarnya. (AS/YM)







