Pengelolaan Sampah Terpadu Desa Mijen

oleh -927 kali dibaca

Kudus_isknews.com–(20/1) Sampah adalah salah satu masalah yang sampai sekarang belum bisa ditangani secara maksimal, hal ini karena kesadaran masyarakat akan membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Oleh karena itu semua orang harus berperan didalam permasalahan ini, Pemerintah Desa juga memiliki andil dalam memecahakan masalah tersebut. Salah satu Desa yang sekarang ini mencoba menyadarkan warganya yaitu Desa Mijen.

Pada tahun 2014, Desa Mijen menjadi salah satu dari 6 desa yang mendapatkan hibah 2 unit becak montor. Dengan 2 becak montor ini pemerintah Desa Mijen berencana akan membuat program untuk pengelolaan sampah di Desa Mijen dengan memanfaatkan becak montor tersebut. Karena di Desa Mijen terapat 3 dusun yaitu Madaran, Kranjan, Gaduh Demangan , pemerintah Desa Mijen menambahkan 1 lagi becak montor dari APBD Desa sehingga pengambilan sampah bisa maksimal selama 2 hari sekali.

Tahap pertama untuk melakukan program tersebut yaitu melakukan sosialisasi ke warga desa mengenai pengelolaan sampah tersebut, kemudian mebuatkan TPS. Pada tahun 2015 kemarin Pemerintah Desa Mijen fokus pada pembentukan pengurus, sosialisasi kepada warga dan mencari penempatan lokasi TPS yang tepat agar tidak mengganggu warga. Walaupun pada tahun 2015 fokus pada hal tersebut, sudah ada masyarakan yang ikut andil dalam program tersebut. Pengurus dalam program ini yaitu wargaa Desa Mijen yang dulunya juga bermata pencarian sebagai pengambil sampah namun menggunakan sepeda becak.

“Biaya yang diambil dari program ini merupakan hasil musyawarah warga Desa sendiri. Untuk dusun Gaduh Demangan sudah menerapkan harga 5 ribu untuk warga miskin, 10 ribu untuk rumah tangga biasa, 15 ribu untuk took, dan 20-25 ribu untuk toko besar” tutur Sukri selaku Kepala Desa Mijen kepada isknews.com. Hasil dari biaya ini digunakan untuk membayar petugas pelaksana setiap bulannyan, operasional kendaraan, dan sarana prasarana jalan dan TPS, apabila masih ada sisa uang maka akan digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan dan tidak ada uang yang masuk ke kas Desa. (Adam)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :