,

Pensiunan Kudus Asah Kreativitas Lewat Membatik Tulis Bersama KMI

oleh -193 Dilihat
Kepala KCP Bank Mandiri Taspen Kudus, Linda Ayu Fatimah, didampingi Ketua KMI Kudus Setiyono dan Owner Batik Alfa Shoofa Ummu Asiyati, melihat langsung proses membatik dalam kegiatan edu wisata KMI di Desa Gribig, Gebog, Kudus, Kamis (4/9/2025). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Pensiunan di Kabupaten Kudus tak hanya mengisi waktu dengan bersosialisasi, tetapi juga mengasah kreativitas lewat kegiatan membatik tulis. Komunitas Mantap Indonesia (KMI) Kudus mengajak para anggotanya mengikuti edu wisata di Batik Alfa Shoofa, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kamis (4/9/2025), untuk merasakan langsung pengalaman membatik sekaligus melestarikan budaya lokal. Sebanyak 35 peserta yang merupakan anggota KMI mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.

Ketua KMI Kudus, Setiyono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda kedua setelah sebelumnya menggelar jalan santai. “Kami berterima kasih kepada Bank Mantap yang telah memfasilitasi sehingga kegiatan ini berjalan lancar. Hari ini teman-teman bisa merasakan pengalaman baru, yaitu praktik langsung membatik tulis, yang sebelumnya hanya sebatas mendengar,” ujarnya.

Setiyono menambahkan, KMI merupakan wadah bagi para pensiunan di Kudus yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti guru, TNI, Polri, hingga pegawai OPD. Dari awal berdiri dengan 50 anggota, kini KMI sudah beranggotakan 147 orang. “Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi sarana berkarya sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda, khususnya tentang batik tulis yang sudah diwariskan turun-temurun,” imbuhnya.

Sementara itu, Owner Batik Alfa Shoofa, Ummu Asiyati, menjelaskan proses pembuatan batik kepada para peserta mulai dari tahap menggambar pola, melukis dengan malam (lilin panas), hingga pewarnaan. “Proses membatik itu tidak mudah. Kalau dilihat sekilas memang tampak sederhana, tapi setelah mencoba sendiri ternyata butuh kesabaran dan ketelitian,” tuturnya.

Menurutnya, ada beberapa teknik pewarnaan dalam batik, di antaranya menggunakan indigosol yang harus dijemur serta naptol yang justru tidak boleh terkena panas. “Peserta terlihat sangat antusias karena mereka baru pertama kali merasakan langsung membuat batik. Banyak yang kaget karena ternyata membatik itu tidak sesederhana yang dibayangkan,” kata Ummu.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi praktik membatik bersama, dilanjutkan mengunjungi show room untuk membeli oleh-oleh sebagai kenang-kenangan. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :