Kudus, isknews.com – Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dimanfaatkan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris untuk mendorong pemerintah desa agar semakin inovatif dan mandiri dalam menjalankan peran strategisnya sebagai ujung tombak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sam’ani saat menghadiri Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Tenis Indoor Angga Sasana Krida, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kudus serta Ketua TP PKK Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, sebagai bentuk dukungan bersama terhadap penguatan peran desa.
Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan bahwa desa memiliki posisi kunci dalam tatanan pemerintahan. Desa dinilai menjadi garda terdepan pelayanan publik sekaligus penentu keberhasilan berbagai program nasional yang menyentuh langsung masyarakat.
“Kami ucapkan selamat. Momentum ini menjadi sarana evaluasi dan refleksi bersama bagaimana desa benar-benar menjadi tumpuan utama dalam tatanan pemerintahan dan pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, banyak agenda pembangunan nasional dan daerah yang bertumpu pada kekuatan desa, mulai dari ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, pencegahan stunting, hingga pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
“Kita bersama-sama menjalankan berbagai program seperti ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, pencegahan stunting, pengelolaan sampah, hingga mendukung program Presiden Prabowo melalui Koperasi Desa Merah Putih,” lanjutnya.
Terkait pengelolaan lingkungan, Bupati Sam’ani menyampaikan bahwa mulai tahun 2026, setiap desa di Kabupaten Kudus akan memperoleh bantuan dana sebesar Rp50 juta untuk mendukung pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat yang dimulai dari tingkat desa.
“Pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan harus dimulai dari desa. Harapannya, masyarakat bisa memilah dan mengolah sampah secara mandiri di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.
Di tengah tantangan berkurangnya dana desa, Bupati Sam’ani mendorong pemerintah desa untuk terus berinovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara sah dan legal. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran dengan memprioritaskan belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita dorong peningkatan PADes yang sah dan legal melalui inovasi, sekaligus mengurangi belanja dan perjalanan yang tidak perlu, dengan mengutamakan kebutuhan pelayanan masyarakat,” pesannya.
Menutup arahannya, Bupati Sam’ani mengajak seluruh elemen desa untuk memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan, termasuk dalam menghadapi potensi kebencanaan. Ia berharap kolaborasi yang solid antara desa, masyarakat, dan pemerintah daerah dapat terus terjaga.
“Kami imbau seluruh elemen desa, mulai RT, RW, hingga masyarakat, bersama Pemkab Kudus dan Forkopimda untuk bahu-membahu. Kesiapsiagaan menghadapi bencana juga harus terus diperkuat,” pungkasnya. (AS/YM)











