Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ormas Nahdhatul Ulama yang ke 94 digelar oleh Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama Kabupaten Pati, siang tadi di Jl. Raya Pati-Kudus Km 4 Desa Pegandan Kecamatan Margorejo Pati, Kamis (20/4/17).
Acara yang dihadiri oleh Pengurus PBNU Pusat, KH. Abdul Manan Ghani tersebut dihadiri oleh kurang lebih 150 undangan, dan dimulai pada sekitar pukul 14.15 siang. Dengan Mengusung tema ” Istigosah dan sosialisasi perwakafan”.
Peringatan yang juga dihadiri oleh Bupati Haryanto, Dandim 0718/ Pati Letkol Inf. Andri Amijaya Kusumah, Kepala Kantor Kemenag Pati Akhmad Mundakir, Kapolres Pati yang diwakili Kapolsek Margorejo AKP. Eko Pujiono, Danramil Margorejo Kapt. Inf. Sriyanto, Kepala BPN Pati yang diwakili Kasi bagian Sosialisasi Wiwik.
Hadir pula para pengusrus struktural PCNU Pati, Rois Syuriah PC NU Pati KH. Aniq Muhamadun, Ketua PCNU Pati H. Ali Munfaat, Ketua PAC NU se- Kabupaten Pati dan tamu undangan lainnya serta para tokoh agama dan para Kyai serta alim ulama NU se Kabupaten Pati.
Dalam kata sambutannya, Bupati Haryanto menyampaikan, “Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan Harlah NU yang ke 94 digedung SMK NU yang baru. SMK NU yang dibawah naungan PCNU Pati, Diharapkan bangunan ini dapat kita rawat dengan baik karena tidak mudah mendirikanya, mari kita jaga dan kita rawat bersama sekolah kebanggaan warga NU ini,semoga dapat mencetak kader-kader NU. ” tuturnya.
Bupati berharap Pati menjadi Kabupaten yang kondusif dan diharapkan kita semua satu pandangan baik dari tingkat Muspika maupun forkopinda. “Pati menjadi tanggung jawab kita bersama,” tandasnya..
Sementara itu dalam sambutannya KH. Abdul Manan, Pengurus PBNU pusat, menyampaikan, “Aset yang harus dijaga oleh NU ada dua, Aset Maliyah dan Aset Amaliyah, karena selama ini NU dalam pengurusan aset belum berjalan dengan baik dan yang selama ini diurus oleh NU hanya Masjid saja dan belum merambah pada aset NU yang lain.” katanya.
Mayoritas masjid di Indonesia dibangun oleh warga NU. Diharapkan Harlah NU bukan hanya sekedarnya dan diharapkan lebih bermanfaat. Masjid sangat penting dan pada akhir-akhir ini masjid kurang diperhatikan oleh warga NU padahal jumlah seluruhnya di Indonesia mencapai 800 ribu masjid.
“Masjid adalah rumah Allah dan merupakan sumber peradaban, “Masjid adalah bangunan pertama kali didunia yang dibangun Rosul SAW ketika hijrah adalah Masjid,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, karena tema yang dibahas adalah terkait wakaf dan sertifikat wakaf, sehingga PCNU perlu mengundang narasumber dari BPN Pati yang diharapkan bisa memberikan pencerahan terkait hal tersebut.
Wiwik seorang staf seksi sosialisasi ATR/BPN menjelaskan kepada forum tentang pengertian wakaf, maksud dan tujuan persertifikatan tanah wakaf, dirinya menyampaikan, “karena banyaknya tanah wakaf diseluruh Indonesia yg belum bersertifikat maka pihak kemenag RI dan BPN mengeluarkan SKB dgn maksud utk peningkatan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pendaftaran tanah yg bertujuan utk tertib penggunaan dan peruntukan tanah,tertib Adm dan kepastian haknya serta utk keperluan pembuktian yg kuat,” ungkapnya. (YM)






