Kudus, isknews.com — Ratusan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Kudus akan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Balai Jagong.
Dalam momentum tersebut, para pekerja juga akan menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebijakan yang dinilai berdampak pada industri rokok dan tenaga kerja.
Sekretaris DPC KSPSI Kudus, Muh Makmun mengatakan, persiapan peringatan May Day di Kudus saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Berbeda dengan aksi di sejumlah kota besar yang diwarnai demonstrasi, buruh di Kudus memilih mengisi peringatan tersebut dengan kegiatan sosial.
Meski begitu, menurut Makmun, disela-sela kegiatan soaial itu Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP RTMM-SPSI) akan menyampaikan aspirasi menolak keras rencana penambahan layer atau lapisan cukai baru pada pabrik rokok, khususnya pada segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM), seperti disampaikan oleh Menteri Keuangan.
Kebijakan tersebut dinilai mengancam keberlangsungan industri rokok legal, memicu persaingan tidak sehat, serta berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi puluhan ribu buruh linting.
Ia menilai penambahan layer cukai baru justru dapat memberikan karpet merah bagi peredaran rokok murah atau rokok ilegal di pasaran. Jika kondisi tersebut terjadi, maka industri rokok legal yang selama ini menyerap banyak tenaga kerja akan semakin tertekan.
“Kita tidak mengadakan demo seperti di kota-kota lain. Justru kita memilih kegiatan bersih-bersih di area Balai Jagong sebagai bagian dari peringatan May Day,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dipilih sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan menjaga kebersihan lingkungan yang sebelumnya juga pernah dilakukan bersama pemerintah daerah. Selain kegiatan bersih lingkungan, agenda juga akan diawali dengan apel bersama yang melibatkan ratusan pekerja.
Menurut Makmun, sekitar 500 peserta akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari pengurus dan anggota Pimpinan Unit Kerja (PUK) KSPSI di berbagai perusahaan yang tersebar di Kabupaten Kudus. Saat ini terdapat sekitar 49 PUK KSPSI di tingkat perusahaan di Kudus.
Selain pekerja, kegiatan itu juga akan melibatkan unsur kepolisian serta sejumlah organisasi perangkat daerah. Kepolisian direncanakan menurunkan sekitar 100 personel, sementara dukungan juga datang dari Dinas PKPLH serta Dinas Pemuda dan Olahraga.
Selain persoalan layer cukai rokok, para buruh juga menyoroti rencana pembatasan kadar tar dan nikotin pada produk rokok yang saat ini masih dalam tahap kajian pemerintah. Mereka meminta agar kebijakan tersebut mempertimbangkan dampaknya terhadap industri dan tenaga kerja.
Melalui momentum May Day ini, KSPSI juga mendorong pemerintah memberikan kepastian terkait regulasi ketenagakerjaan, terutama menyangkut perbaikan Undang-Undang Cipta Kerja agar tetap memberikan perlindungan bagi pekerja.
Peringatan May Day 2026 yang digelar KSPSI mengusung tema “Mengawal Regulasi Ketenagakerjaan yang Adil bagi Semua” sebagaimana instruksi dari DPD KSPSI Jawa Tengah kepada seluruh jajaran organisasi di daerah. (YM/YM)






