Peringati World Hand Hygiene 2025, RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus Tegaskan Pentingnya Cuci Tangan

oleh -812 Dilihat
Kegiatan peringatan hari cuci tangan sedunia ini tak hanya edukatif tetapi juga dikemas secara interaktif dan menyenangkan. peserta yang aktif dalam kegiatan juga mendapatkan souvenir menarik dari pihak rumah sakit sebagai bentuk apresiasi. (Foto: RS Sarkies)

Kudus, isknews.com – Hari Cuci Tangan Sedunia yang diperingati setiap 15 Oktober menjadi momentum penting bagi RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus untuk mengampanyekan kembali pentingnya menjaga kebersihan tangan.

Dalam rangka World Hand Hygiene 2025, rumah sakit tersebut menggelar gerakan cuci tangan serentak yang melibatkan seluruh pegawai, pasien, penunggu pasien, serta pengunjung rumah sakit, Rabu (15/10/2025).

Humas dan Media Informasi RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus, dr. Fauzia Dina Aulia, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam membangun budaya hidup bersih dan mendukung keselamatan pasien.

“Melalui gerakan cuci tangan serentak ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kebersihan tangan bukan hanya untuk tenaga kesehatan, tetapi juga penting bagi setiap individu agar terhindar dari infeksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini sejalan dengan kampanye global World Hand Hygiene yang setiap tahunnya digelar untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya cuci tangan di seluruh dunia.

“Tema tahun ini, It Might Be Gloves. It’s Always Hand Hygiene., mengingatkan kita semua bahwa meskipun menggunakan sarung tangan, kewajiban mencuci tangan tetap harus dilakukan,” terangnya.

Menurutnya, tindakan sederhana seperti mencuci tangan memiliki dampak besar terhadap pencegahan infeksi di fasilitas layanan kesehatan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa tangan bersih bisa menyelamatkan nyawa. Ini bukan hal kecil, tapi fondasi utama dalam menjaga keselamatan pasien,” imbuhnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dipandu oleh tim Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) dan Infection Prevention and Control Link Nurse (IPCLN) RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus.

Mereka memperagakan enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO kepada seluruh peserta kegiatan.

dr. Fauzia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya edukatif tetapi juga dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

“Kami ingin menciptakan suasana positif, agar pesan tentang pentingnya kebersihan tangan mudah diterima semua kalangan,” katanya.

Selain edukasi, peserta yang aktif dalam kegiatan juga mendapatkan souvenir menarik dari pihak rumah sakit sebagai bentuk apresiasi.

Lebih lanjut, ia berharap gerakan ini tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

“Cuci tangan harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari, baik di rumah, di tempat kerja, maupun di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

“Kalau tangan bersih, lingkungan sehat, dan infeksi bisa dicegah, maka layanan kesehatan pun akan lebih aman bagi semua,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.