Kudus, isknews.com – Sumari pedagang samier asal Blora, setiap hari berjalan kaki sambil memikul dagangannya untuk berkeliling di wilayah Kabupaten Kudus guna mencari pembeli, Jum’at (26/6/2026).
Perempuan tersebut telah menjalani pekerjaan ini selama kurang lebih tiga tahun. Ia bukan pemilik usaha, melainkan bekerja kepada seorang pemilik yang mempercayakan dirinya untuk menjajakan samier di berbagai lokasi.
Dalam kesehariannya, Sumari berjualan dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Cuaca panas maupun hujan tidak menghalanginya untuk tetap mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Dagangan yang dibawanya tidak selalu habis dalam satu hari, bahkan terkadang baru laku sepenuhnya setelah dua hari. Karena itu, ia kerap menetap di Kudus hingga seluruh dagangannya terjual sebelum kembali ke Blora.
Selama menunggu dagangan habis, ia terkadang beristirahat di tempat sederhana, seperti teras toko atau area SPBU di wilayah Kudus.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Sumari tetap menjalani pekerjaannya dengan tekun demi membantu perekonomian keluarganya di kampung halaman.
Sumari mengungkapkan bahwa pekerjaannya dijalani demi keluarga. “Saya hanya ingin mencari rezeki untuk anak dan keluarga di rumah. Capek itu biasa, yang penting bisa tetap jualan,” ujarnya.
Kisahnya menggambarkan perjuangan pedagang kecil yang terus berusaha bertahan di tengah kerasnya kehidupan kota. (Aditya)







