Perjuangan Tak Sia-Sia! Petanque Kudus Borong 4 Medali di Porprov Jateng

oleh -118 Dilihat
Kontingen Cabang olahraga petanque Kabupaten Kudus berhasil membawa pulang empat medali, 1 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Cabang olahraga petanque Kabupaten Kudus berhasil menunjukkan daya saing di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Menghadapi persaingan ketat dari berbagai daerah, kontingen Kudus sukses membawa pulang empat medali, terdiri atas satu emas, satu perak, dan dua perunggu.

Kontingen Cabang olahraga petanque Kabupaten Kudus berhasil membawa pulang empat medali, 1 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu. (Foto: Istimewa)

Medali emas menjadi pencapaian tertinggi petanque Kudus yang diraih melalui nomor double mix. Pasangan Dhiendra Galuh Prabowo dan Tri Eva Aprilia tampil gemilang hingga berhasil menempati posisi pertama setelah melewati sejumlah pertandingan melawan atlet dari berbagai daerah.

Pelatih Petanque Tim Porprov Kudus, Danang Septa Friawan, mengatakan selain emas, kontingennya juga berhasil meraih satu medali perak melalui nomor triple mix A. Medali tersebut dipersembahkan oleh Dhiendra Galuh Prabowo, Tri Eva Aprilia, dan Ragil Saputra Wibawa.

Sementara itu, dua medali perunggu masing-masing diperoleh Nirmala Larasati pada nomor shooting putri serta tim triple woman yang diperkuat Soimah, Tri Eva Aprilia, Nirmala Larasati, dan Yulli Imel Noor Aisyah.

Seluruh pertandingan petanque Porprov XVII Jawa Tengah 2026 berlangsung di Lapangan Petanque Graha Wiyata, Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Persaingan tahun ini dinilai semakin ketat karena kemampuan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah semakin merata.

Danang menyebut, dari total 13 medali emas yang diperebutkan, hampir seluruh daerah mampu mendapatkan satu emas. Hanya tuan rumah yang berhasil mengoleksi dua medali emas sekaligus dan keluar sebagai juara umum.

“Persaingan sekarang sudah merata. Hampir setiap kabupaten/kota memiliki kekuatan di nomor tertentu, sehingga setiap pertandingan membutuhkan perjuangan dan persiapan yang matang,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Dalam perjalanan menuju podium, atlet petanque Kudus harus menghadapi sejumlah lawan tangguh dari berbagai daerah, di antaranya Solo, Purworejo, Magelang, Kota Pekalongan, hingga Jepara. Bahkan, pada pertandingan final perebutan medali emas, kontingen Kudus harus berhadapan dengan Kota Semarang.

Meski persaingan berlangsung sengit, Danang menilai raihan empat medali tersebut sudah sesuai dengan target realistis yang dipersiapkan tim sebelum kompetisi dimulai. Hasil ini sekaligus menunjukkan adanya peningkatan prestasi dibandingkan Porprov 2023.

Selain kemampuan teknik, kesiapan fisik atlet juga menjadi perhatian selama pertandingan. Terlebih, kondisi cuaca di lokasi perlombaan mengalami perubahan cukup ekstrem, mulai dari panas terik, mendung, hingga hujan lebat. Bahkan, pertandingan final sempat berlangsung dalam kondisi hujan.

“Kondisi fisik atlet secara umum tetap terjaga. Kami memperhatikan pemulihan, asupan makanan dan nutrisi, pemberian vitamin, serta menyediakan ransum agar kebutuhan atlet selama pertandingan terpenuhi,” jelas Danang.

Lebih lanjut, hasil Porprov 2026 akan menjadi bahan evaluasi bagi tim petanque Kudus untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya. Menurut Danang, pembinaan atlet perlu ditingkatkan melalui latihan yang lebih intensif, terutama untuk mempertajam kemampuan sesuai nomor pertandingan yang diikuti.

“Kekuatan petanque sekarang semakin merata. Karena itu, persiapan harus lebih intensif, terutama mempertajam kemampuan atlet sesuai nomor yang diikuti. Harapannya, prestasi Kudus pada Porprov mendatang semakin meningkat dan petanque semakin berkembang di daerah,” pungkasnya.

Perolehan empat medali tersebut menjadi catatan positif bagi petanque Kabupaten Kudus. Raihan satu emas, satu perak, dan dua perunggu diharapkan menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan sekaligus meningkatkan prestasi pada Porprov berikutnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.