Perkuat Kaderisasi & Kelembagaan, PAC Fatayat NU Bae, Gelar Pelantikan Bersama 6 Ranting

oleh

Kudus, isknews.com – Sebanyak 100 anggota dari perwakilan enam ranting Fatayat NU di kecamatan Bae, diantaranya Ngembal rejo, Purworejo, Pedawang, Bacin, Gondang manis dan Pegajaran, hari ini melaksanakan prosesi pelantikan bersama di MI NU Pendidikan Islam Gondangmanis Bae, Ahad (16/4/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut, PAC Muslimat, PAC IPNU IPPNU, Kepala MI Pendidikan Islam, Drs Muhammad Supriyanto, dan anggota fatayat pada enam ranting tersebut.

Sebelumnya jika pelantikan fatayat NU pelaksanaan nya sendiri – sendiri, dan baru kali ini dilaksanakan bersamaan karena sesuai PD/PRT yang berlaku.

Ketua Anak Cabang Fatayat Bae, Siti Nafisatun, S.Ag dalam sambutannya, ia menyampaikan motivasi kepada pengurus yang dilantik. Menurutnya, ada tiga hal yang harus disampaikan agar akidah aswaja tetap terjaga, yaitu pengkaderan melalui Fatayat untuk membekali diri, pemberdayaan ekonomi, dan menjalin ukhuwah pada sesama.

TRENDING :  Pelunasan BPIH Calhaj Kudus Ditarget Selesai Pekan Ini

Sebelum dilaksanakan pelantikan, lanjut nafis, terlebih dahulu ditampilkan paduan suara, Mars fatayat dan Shubhanul wathon, yang beberapa waktu lalu mendapat juara 2 pada lomba mars yang digelar di SMA NU Al Ma’ruf, jum’at (14/4/2017).

Nafis (panggilan akrabnya), saat sambutan dihadapan pengurus fatayat mengatakan bahwa kita ini adalah pelayan. “Di Fatayat bukan hanya kepandaian dan kemampuan saja yang dibutuhkan tetapi yang terpenting adalah mau bekerja dengan kesungguhan dan keikhlasan juga ketawadlu’an.” Ujarnya

Dirinya menambahkan, Tawadhu’ bukan berarti lemah, tegas bukan berarti kasar, mengalah bukan berarti kalah, menang bukan berarti benar, akal yang hidup selalu berfikir, jiwa yang hidup selalu berdzikir, nafsu yang hidup selalu kurang, badan yang hidup selalu aktif berjuang, berjuanglah dalam hidupmu, semoga tetesan keringat dan air mata kita, Allah jadikan jalan kemuliaan dunia akhirat kita. “Prinsipnya kita ini harus siap dipimpin dan siap memimpin.” Ungkapnya

TRENDING :  Asal Usul Masjid Jami’ Golantepus

Sebagai pemimpin memang sangat berat, sebab seorang pemimpin yang ideal menurut konsep kepemimpinan Islam, harus Jujur, Amanah (dapat dipercaya), Cerdas (fathonah), Adil, Bijaksana dan tanggung jawab, Terbuka atau bersedia dikritik dan mau menerima saran dari orang lain, dan yang terakhir dibutuhkan Keikhlasan dan ketawadlu’an.

Melaksanakan konsep diatas terasa berat, karena biasanya masih diselimuti dengan nafsu yang sering mangajak tidak ikhlas, tidak mau dikritik, tidak bijaksana, tidak jujur, tidak amanah dan apalagi kami bukan orang yang fathonah atau cerdas.

TRENDING :  Pengukuhan BPC PHRI Kabupaten Kudus

Apalagi kalau kita membaca hadits Nabi Kullukum ro’in wakullukum mas’ulun an ro’iyyatihi, dimana kami besuk juga akan mempertanggungjawabkan kepemimpinan kami dihadapan Allah SWT. Sungguh sangat berat. Tetapi kami yakin, dengan team work yang solid, kerja sama yang baik antar pengurus dari tingkatan cabang sampai ranting insya’allah kita juga akan bisa melaksanakannya dan akan mendapat pahala dari Allah.

Nafis berharap, dengan adanya kegiatan pelantikan bersama kali ini, semoga ada regenerasi kader fatayat NU, terutama di wilayah kecamatan Bae. (AJ/isknews.com)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.