Kudus, isknews.com – Kegiatan Asesmen Nasioanal (AN) tahun 2022 bagi peserta didik yang duduk di bangku kelas 5 akan segera digelar. Adapun jadwal pelaksanaan simulasi AN sendiri rencananya digelar pada 26-29 September mendatang untuk gelombang I. Sementara untuk gelombang II dilakukan pada 3-6 Oktober 2022.

Sesuai dengan yang tertuang dalam surat edaran dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud ristek) Nomor 013/H/PG.00/2022 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Asesmen Nasional Tahun 2022.
Pada jenjang SD/MI dan yang sederajat akan megikutsertkan maksimal 30 siswa dalam kegiatan AN. Serta menyiapkan 5 siswa sebagai cadangan.
Kendati jadwal pelaksanaan AN terbilang masih cukup lama, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengimbau agar masing-masing sekolah bisa menyiapkan sejak jauh-jauh hari. Agar pelaksanaan AN bisa lancar dan maksimal.
Kepala SDN 1 Gribig, Tri Podosih, mengaku belum melakuka persiapan secara khusus dalam pelaksanaan AN nanti. Saat ini, pihaknya masih fokus dalam persiapan Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang akan dilakukan awal Juni nanti.
Namun, Tri menyebut telah memberikan bekal kepada para siswa terkait pengenalan perngoperasian komputer atau laptop lewat ekstrakurikuler. Hal ini dilakukan agar siswa tidak gagap dalam pelaksanaan AN.
“Apalagi ekstra sekarang kan sudah diperbolehkan, makanya kita akan geliatkan lagi ekstra komputer setelah PAT nanti,” ujarnya.
Terkait dengan kesiapan sarana dan prasarana akses laptop, Tri menilai sudah terkondisikan dengan ama. Belum lama ini, SDN 1 Gribig juga telah mendapatkan bantuan chromebook yang akan menunjang pelaksanaan AN lebih optimal lagi.
“Dari sekolah juga ada laptop sekitar 4. Sedangkan jumlah siswa kita ada 30-an, jadi nanti kita bisa kondisikan untuk 2 sesi pelaksanaan AN,” ujarnya.
Lalu, terkait kebutuhan konektivitas wifi dirasa sudah mumpuni. Apabila ditemui kendala koneksi saat persiapan, Tri bahkan mengaku akan menambah kecepatan koneksi agar pelaksanaan AN bisa lancar.
“Nanti kalau belum maksimal, biar ditambah lagi daya kecepatannya agar tidak terganggu dengan konektivitas,” tandasnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala SDN 1 Gulang, Sri Nuida Nursanti. Untuk mengantisipasi kendala jaringan wifi, pihaknya akan mengecek dan memantau secara serius hingga menjelang hari pelaksnaan AN.
“Untuk tahun kemarin itu sudah aman, semoga saja tahun ini juga bisa lancar seperti kemarin,” katanya.
Pihaknya juga telah memberikan ekstrakurikuler komputer kepada para peserta didik sejak duduk di bangku kelas 3. Sehingga, siswa tidak gagap lagi dalam pengerjaan AN menggunakan laptop.
Nuida juga memberikan bekal materi tambahan kepada siswa untuk memaksimalkan pengerjaan soal. Pemberian tambahan materi ini akan mulai dilakukan setelah pelaksanaan PAT atau pada saat tahun ajaran baru nanti.
“Nanti kita beri tambahan materi, bukunya juga sudah kita punya, nanti kita belajar pakai layar LCD agar anak semakin tertarik,” tandasnya.
Sedangkan untuk ketersediaan laptop, Nuida mengaku masih merasa kurang. Lantaran, sekolah hanya memiliki 10 komputer atau laptop yang mumpuni untuk pelaksanaan AN. Sehingga, sesi pelaksanaan bagi 30 siswanya nanti dirasa memakan waktu cukup panjang.
“Kita hanya ada 10 komputer, sedangkan jumlah siswa kita ada 33 siswa. Jadinya nanti pelaksanaannya ada 3 sesi. Tapi semoga bisa lancar semua,” jelasnya. (MY/YM)






