Kudus, isknews.com – Persiku Kudus pada pekan kesebelas Pegadaian Championship 2025/2026 dalam laga tandang bakal berhadapan dengan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo yang berlokasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (17/11/2025).
Laga ini sekaligus menjadi debut perdana bagi pelatih baru asal Jawa Timur, Bambang Pujo Sumantri, yang besok akan meracik susunan pemain dan strategi bermain bagi Laskar Macan Muria.
Adapun lawan yang dihadapi Persiku bukanlah tim biasa. PSS Sleman saat ini kukuh di puncak klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 dengan koleksi 23 poin dari 10 pertandingan. Konsistensi tim asuhan Ansyari Lubis tersebut membuat laga ini menjadi tantangan berat bagi Persiku.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan di Jogjakarta, Bambang menyampaikan bahwa skuatnya menunjukkan perkembangan signifikan selama persiapan. Menurutnya, para pemain tampil lebih kompak dan menunjukkan progres positif.
“Alhamdulillah dari persiapannya anak-anak kompak. Pertandingan game sebelum lawan Sleman juga menunjukkan perkembangan positif,” ujar Bambang.
Perwakilan pemain Persiku, Bhima Wibnu, menegaskan bahwa motivasi tim sedang tinggi setelah meraih hasil positif pada laga sebelumnya. Ia berharap dukungan dari masyarakat Kudus dan para suporter terus mengalir.
“Alhamdulillah, hasil pertandingan terakhir positif. Untuk masyarakat Kota Kudus dan suporter, kami para pemain memohon dukungan penuh. Pertandingan besok sangat penting bagi Persiku,” katanya.
Sementara itu, kubu PSS Sleman tetap menatap laga dengan penuh kewaspadaan. Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menyampaikan bahwa ia memaksimalkan seluruh potensi pemain yang tersedia meski beberapa pilar harus absen.
“Kami memaksimalkan pemain yang ada untuk menghadapi Persiku Kudus. Motivasi lawan tentu kami antisipasi, dan saya tanamkan kepercayaan diri kepada pemain. Absennya beberapa pemain justru bisa menjadi momentum bagi tim untuk menunjukkan kapasitasnya,” tegasnya.
Bambang menambahkan bahwa fokus Persiku tetap diarahkan pada kekuatan internal tim, tanpa mengesampingkan kualitas lawan.
“Fokus kepada tim saya. Secara kualitas, Sleman juga bagus. Tidak ada bedanya,” ujarnya. (YM/YM)









