Pertama di Jawa Tengah, UMKU Gelar Sumpah Profesi 374 Nakes Baru Secara Daring

oleh -936 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Universitas Muhammadiyah Kudus melaksanakan angkat sumpah profesi perawat secara daring terhadap 374 mahasiswa yang telah menyelesaikan Program Studi Pendidikan Profesi Ners. Ini merupakan perguruan tinggi di Jawa Tengah yang pertama kali menggelar sumpah profesi secara daring, Sabtu (20/06/2020).

Pembacaan Surat Keputusan Kelulusan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Tahun Akademik 2019/2020 oleh Dekan Fakultas Indanah, M.Kep. Acara angkat sumpah diwakili oleh Perwakilan mahasiswa Agama Islam Handi Suhandoko, Katolik Herlian Dian Permata, Kristen Protestan Agus Sus Setiyanto. Mereka didampingi oleh rohaniawan M. Agus Yusrun Nafi’, M.SI, Emanuel Bambang Widyanarko, SS dan Pendeta Abednego Wigati.

Rektor UMKU Rusnoto, SKM., M.Kes (Epid) (Foto: istimewa/UMKU)

Prosesi angkat sumpah profesi ners dilakukan oleh DPW PPNI Wilayah Jawa Tengah Dr. Edy Susanto. Dilanjutkan penandatanganan naskah sumpah fisaksikan oleh Rektor UMKU Rusnoto, SKM., M.Kes (Epid). Setelah penenadatanganan peserta menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan Mars PPNI

Anwar Hadi Santoso, mewakili mahasiswa dalam sambutannya menyampaikan bahwa, hari ini adalah awal pihaknya mengabdi kepada masyarakat sebagai garda di depan dalam melayani masyarakat.

“Mohon maaf kepada dosen atas kekhilafan yang telah dilakukan, mohon doa restu atas tugas yang akan kami laksanakan,” ucapnya.

Rektor UMKU Rusnoto, SKM., M.Kes  dalam sambutannya menyampaikan ada tiga pesan untuk alumni setelah selesai angkat sumpah, bahwa pendidikan menjadi perubahan komitmen, sehingga meningkatkan loyalitas, wawasan yang harus selalu di tingkatkan.

Dr. Edy Susanto dari DPW PPNI Jawa Tengah (Foto: istimewa)

“Selalu menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja dengan meningkatkan analisis dan strategi. Berfikir dan selalu berubah, aplikasikan ilmu yang telah di dapat, terus meningkatkan pengetahuan ketrampilan sesuai dengan perkembangan IPTEKS dan harus berubah sesuai dengan zamannya” pungkas Rusnoto.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto, dalam sambutannya mengapresiasi yang tinggi kepada tenaga kesehatan, menurutnya Tenaga kesehatan adalah profesi yang punya prospek yang utama diantara profesi yang lain.

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto (Foto: istimewa)

“Terimakasih UMKU sebagai perguruan tinggi yang berkualitas. Tenaga Kesehatan dapat memberikan motivasi yang kuat dapat memberikan pelayanan masyarakat yang berkualitas,” sambutnya.

Dilanjutkannya, jika tidak ingin terlindas oleh perkembangan zaman maka harus ada perubahan dan mengembangkan pengetahuan, berfikir logis dan sistematis. Melakukan inovasi tiada henti, berkompeten, terintegritas dengan attitude.

“Tenaga kesehatan adalah garda terdepan masyarakat, maka berikan pengetahuan kepada masyarakat agar mematuhi pencegahan Covid dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak” Jelasnya

Sementara Dr. Edy Susanto dari DPW PPNI Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan, Kompetensi profesional menyelesaikan study vokasi menjadi profesi, akan merubah perilaku.

Penandatanganan dokumen pelaksanaan angkat sumpah profesi perawat Universitas Muhammadiyah Kudus secara daring

“Tiga tahapan yang harus dilakukan dilakukan setelah angkat sumpah ini adalah Sertifikasi, Registrasi dan Lisensi,” ujarnya.

Disampaikannya, Ilmu harus dikembangkan tidak hanya di bangku kuliah. Improving saat covid sepert ini kemampuan kita harus di tingkatkan. Kemampuan harus di asah.

“Terima kasih UMKU, ini adalah pelaksanaan angkat sumpah yang digelar dengan lancar dan tetap memperhatikan protocol Kesehatan dan pertama kali dilaksanakan di Jawa Tengah,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.