Pertamina Berencana Buka 40 Pertashop, Peluang Usaha Bagi Warga Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Setelah dua kios Pertashop diuji cobakan di Kudus masing masing di Desa Singocandi Kecamatan Kota dan Desa Klumpit Kecamatan Gebog. Pertamina berencana akan mengembangkan lagi Pertashop di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Kudus.

pertashop adalah lembaga penyalur resmi Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM Non Subsidi, LPG Non Subsidi dan juga produk ritel Pertamina lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur resmi atau semacam pom bensin mini.

Sales Branch Manajer Pertamina MOR IV wilayah Kudus dan Jepara, Muhammad Faruq mengatakan, peluang usaha bagi masyarakat untuk ikut mendirikan pertashop masih terbuka lebar.

“Saat ini, bisnis jual-beli bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi langsung dari Pertamina itu, saat ini baru ada dua titik di Kudus,” katanya, Selasa (10/10/2020).

Salah satu Pertashop yang ada di Kudus terletak di Desa Singocandi (Foto: YM)

Menurutnya, Pertamina membuka peluang kerjasama dan kemitraan bisnis melalui pertashop. Mitra bisnis itu bisa berupa mandiri, badan usaha atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Adapun syarat mendidiran pertashop, sambungnya, diantaranya mendapat surat rekomendasi dari Pemerintah Desa (Pemdes), memiliki lahan seluas 15×15 meter persegi yang lokasinya jauh dari Stasiun Pengisian Bensi Umum (SPBU) atau Pom Bensin,’’ kata Faruq baru-baru ini.

Tidak cukup hanya itu, kata Faruq, bentuk bangunan untuk pertashop juga harus sesuai standar, dan aman baik dari sisi depan, belakang, kanan dan kiri. Bahkan tangki penyimpanan BB juga harus berstandar dari PT Pertamina. Dengan demikian, sebelum dioperasikan ada petugas yang melakukan survey.

‘’Nanti akan dilakukan pengecekan lokasi untuk pendirian pertashop, sebelum beroperasi,’’ jelasnya.

Faruq menambahkan, untuk sementara ini pertashop hanya melayani pembelian BBM jenis pertamax, dengan harga sama seperti di SPBU.

Sedang proses pengisiannya langsung dari mobil tangki dari terminal BBM Pengapon, Semarang,’’Sekali sekali pengiriman sebanyak 2.000 liter,’’ tandasnya.

Sementara Senior Supervisor Communcation dan Relations Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra menuturkan, tujuan dari bisnis pertashop ini untuk membantu pendistribsian BBM, khususnya pertamax kepada masyarakat yang tinggal di pelosok desa.

‘’Di Kudus sudah ada dua dan masih bisa terus bertambah,’’ kata Arya.
Dia menceritakan, awal digagasnya pertashop yaitu tidak semua kecamatan di Indonesia memiliki SPBU.

Perbandingannya, dari seluruh kecamatan di tanah air, 47 persen terdapat pom bensin dan 53 persen tidak memiliki stasiun pengisian BBM tersebut. Bahkan ada masyarakat di tanah air yang rela menempuh jarak 20 kilometer, demi mendapat BBM.

‘’Tetapi saat kembali ke rumahnya sudah habis lagi. Sehingga perlu ada pom bensin mini berupa pertashop ini,’’ pungkasnya.

Sebuah sumber yang dapat dipercaya dari sebuah instansi perijinan di Kudus mengatakan, pada awal ini, Pertamina berkeinginan menyelenggarakan sebanyak 40 Pertashop baru di wilayah kabupaten Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :