Kudus, isknews.com — Suasana duka menyelimuti Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyusul kedatangan jenazah tokoh pengusaha nasional Michael Bambang Hartono di GOR Djarum Jati Kudus, Minggu (22/3/2026) malam.
Mobil jenazah jenis Mercedes-Benz Vito, berwarna hitam yang membawa peti jenazah mendiang Boss Djarum memasuki halaman GOR sekitar pukul 20.15 WIB, diikuti dua bus serta iring-iringan kendaraan lainnya.
Sayup terdengar alunan lagu rohani dari sudut arena GOR yang menambah suasana haru saat rombongan tiba.
Petugas berpakaian hitam kemudian menurunkan peti jenazah berwarna cokelat dari kendaraan dan meletakkannya di atas brankar beroda, sebelum membawanya masuk ke dalam gedung untuk disemayamkan.
Ratusan karyawan PT Djarum tampak berdiri berbaris mengenakan pakaian putih di sepanjang akses masuk. Dengan kepala tertunduk, mereka memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini dikenal sebagai pemimpin dan panutan. Karangan bunga duka cita juga memenuhi area sekitar lokasi.
Senior Manager Public Affair PT Djarum Kudus, Purwono Nugroho, menyampaikan bahwa masyarakat diberikan kesempatan untuk melayat selama masa persemayaman.
“Jenazah disemayamkan mulai 22 hingga 24 Maret 2026. Tamu relasi, karyawan, dan masyarakat dapat hadir untuk memberikan doa dan penghormatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya kedatangan rombongan diperkirakan pada sore hari, namun baru tiba pada malam hari. Sementara itu, prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada 25 Maret 2026 di pemakaman keluarga di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Rangkaian prosesi akan diawali misa pelepasan pada pukul 08.00 WIB di GOR Jati Kudus. Selanjutnya, upacara pemakaman dimulai pukul 10.40 WIB di Godo, Desa Punjulharjo, dan dilanjutkan prosesi pemakaman secara agama Katolik pada pukul 11.00 WIB.
Kepergian Michael Bambang Hartono meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan. Selain dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia industri, almarhum juga memiliki kepedulian besar terhadap kesejahteraan karyawan dan kegiatan sosial.
Salah satu karyawan PT Djarum, Harti (44), mengaku sangat kehilangan sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
“Saya sudah 25 tahun bekerja di Djarum. Kami semua sangat berduka. Semoga perusahaan tetap jaya dan semua karyawan bisa terus sukses,” ujar karyawati asal Jepang, Mejobo.
Hal senada disampaikan Zulfan Zubaidi (36) yang menyebut almarhum sebagai sosok pemimpin yang berpengaruh besar.
“Kami sangat berduka. Beliau sosok yang baik dan berjasa besar bagi perusahaan dan masyarakat Indonesia,” kata pria yang berdomisili di Pasuruhan Lor, Jati Kudus.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Unit Kerja SPSI RTMM PT Djarum Kudus, Ali Muslikin, mengatakan pihaknya malam ini menyertai sebanyak 500 karyawan dari berbagai brak Djarum yang ada di Kudus untuk menyambut kedatangan peti Jenazah mendiang bos mereka.
Ia menegaskan nilai kekeluargaan yang ditanamkan almarhum selama ini sangat dirasakan oleh para karyawan.
“Djarum itu seperti keluarga. Kepedulian terhadap karyawan sangat nyata, termasuk program beasiswa bagi anak-anak karyawan hingga perguruan tinggi,” jelasnya. (YM/YM)







