PG Rendeng Awali Musim Giling dengan Tradisi Rasulan dan Santunan Yatim

oleh -26 Dilihat
Foto: Dok. Diskominfo Kudus

Kudus, isknews.com – Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus mengawali musim giling tahun 2026 dengan menggelar tradisi rasulan yang disertai santunan kepada anak yatim. Kegiatan yang berlangsung di area pabrik, Selasa (28/4/2026), menjadi wujud rasa syukur sekaligus penanda dimulainya rangkaian musim giling tebu yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei mendatang.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi langkah PG Rendeng yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

Ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial yang patut diapresiasi. Kehadiran PG Rendeng memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, berbagai capaian yang diraih PG Rendeng juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Ia menilai upaya modernisasi yang terus dilakukan menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan industri gula di tengah perkembangan zaman.

Perkembangan dan pembaruan yang dilakukan PG Rendeng sangat positif. Selain meningkatkan produktivitas, juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda,” imbuhnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberadaan PG Rendeng sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Ia menegaskan, keberlangsungan pabrik gula akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani tebu dan masyarakat sekitar.

Kalau PG Rendeng terus berkembang, maka petani tebu juga akan semakin berdaya dan ekonomi masyarakat ikut meningkat,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Hatmoko, menjelaskan bahwa tradisi rasulan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang musim giling yang sarat nilai budaya dan sosial. Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaga kearifan lokal.

Tradisi ini kami laksanakan untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat. Kami juga menghidupkan kembali Tradisi Gantingi sebagai upaya mendukung pelaku UMKM,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya menargetkan pelaksanaan giling perdana pada pertengahan Mei 2026 dan berharap seluruh proses dapat berjalan lancar dengan dukungan semua pihak.

Kami mohon doa restu agar musim giling tahun ini berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Di sisi lain, capaian program pengembangan lahan tebu melalui skema CPCL (Calon Petani Calon Lahan) menunjukkan hasil menggembirakan. Realisasi saat ini telah melampaui target awal yang ditetapkan.

Target awal 350 hektar, saat ini sudah mencapai 443 hektar atau sekitar 125 persen. Bahkan, setelah ada penambahan target menjadi 500 hektar, realisasi terbaru sudah menyentuh 569 hektar,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :