KUDUS, ISKNEWS.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus telah menyalurkan puluhan ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Distribusi air dilakukan secara berkala berdasarkan jadwal dan kebutuhan wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Sekretaris PMI Kudus Imam Santosa mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan setelah PMI mendapatkan jadwal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga selama kondisi kekeringan berlangsung.
“Kita dapat jadwal dari BPBD. Untuk Glagahwaru itu sudah rutin, sejak Juli sampai Agustus ini,” ujar Imam saat diwawancarai, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, menjadi salah satu wilayah yang cukup rutin mendapatkan bantuan air bersih. Penyaluran ke daerah tersebut telah berlangsung sejak akhir Juli dan berlanjut hingga Agustus karena kebutuhan air masyarakat masih cukup tinggi.
Selain wilayah Undaan, PMI Kudus kini juga mulai melakukan dropping air bersih ke wilayah Kecamatan Kaliwungu. Pada Kamis (20/8/2026), penyaluran dilakukan di wilayah Setrokalangan dan Dukuh Karangturi.
“Kemarin hari Kamis kita dropping ke Kaliwungu, Setrokalangan. Dua kali, yang satu di Setro, yang satu di dukuh, ke Karangturi,” jelasnya.
Imam mengungkapkan, kondisi sumber air di wilayah tersebut mulai mengalami penurunan. Di Setro Kalangan, sumber air masih tersedia meskipun debitnya mulai menipis. Sementara di Karangturi, kondisi sumber air disebut sudah semakin sulit.
“Kalau di Setro itu masih ada, tapi sudah menipis. Sekarang Karangturi itu mungkin sudah tidak ada sumber air,” ungkapnya.
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan secara bergantian dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penanganan kekeringan. PMI tidak melakukan dropping setiap hari karena pelaksanaannya mengikuti pembagian jadwal yang telah dikoordinasikan bersama BPBD.
“PMI kan tidak setiap hari, seminggu itu mungkin tiga kali atau dua kali,” katanya.
Imam menambahkan, meluasnya wilayah yang membutuhkan air bersih membuat distribusi juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. PMI bersama pihak terkait terus memantau kebutuhan masyarakat agar bantuan air dapat diberikan kepada wilayah yang benar-benar membutuhkan.
Dengan distribusi yang dilakukan secara berkala tersebut, PMI Kudus berharap kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih selama musim kekeringan tetap dapat terpenuhi. (AS/YM)







