Polres Kudus Dorong Pelajar Bijak Manfaatkan AI dan Waspadai Kejahatan Siber

oleh -277 Dilihat
Pelajar SMKN 1 Kudus mengikuti sesi edukasi AI dan kejahatan siber. Polres Kudus mendorong generasi muda menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. (Foto: Polres Kudus)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Polres Kudus mendorong pelajar untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan siber. Edukasi tersebut diberikan kepada 399 siswa SMK Negeri 1 Kudus melalui pelatihan yang digelar di sekolah, Senin (7/9/2026).

Sebanyak 30 trainer dari Polres Kudus terlibat dalam kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai penggunaan AI, tetapi juga mendapatkan materi tentang keamanan digital, pengembangan potensi diri, serta berbagai informasi yang berkaitan dengan pendidikan dan peluang karier.

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasat Binmas Polres Kudus AKP I Kadek Dwi Pramartha Putra mengatakan, pelatihan tersebut ditujukan untuk membangun kemampuan pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Ia menyebut, AI kini telah berkembang menjadi bagian dari berbagai aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut membuat generasi muda perlu memiliki pemahaman yang cukup agar teknologi dapat digunakan sebagai sarana yang memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan persoalan.

“Perkembangan AI saat ini sangat cepat dan sudah masuk ke berbagai aspek kehidupan. Kami ingin para pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkannya secara bijak, kreatif dan produktif,” kata AKP Kadek.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga dikenalkan dengan platform Senopati Academy. Platform itu menyediakan sejumlah fitur yang dapat menunjang pembelajaran dan persiapan masa depan, mulai dari materi AI, teknik membuat prompt, eksplorasi karier, informasi beasiswa, hingga simulasi IELTS dan TOEFL.

Selain meningkatkan kemampuan memanfaatkan AI, Polres Kudus memberikan pemahaman mengenai berbagai risiko yang dapat muncul di ruang digital. Salah satunya adalah ancaman kejahatan siber yang dapat menyasar pelajar sebagai pengguna aktif internet.

Materi disampaikan dengan metode yang melibatkan peserta secara langsung. Para siswa terlebih dahulu mengikuti pre-test, kemudian mempelajari sejumlah modul, sebelum kembali mengerjakan post-test untuk mengetahui perkembangan pemahaman mereka.

AKP Kadek menilai literasi digital perlu diberikan sejak usia sekolah. Bekal tersebut dinilai penting agar pelajar dapat mengenali potensi bahaya di internet dan tidak mudah terjebak dalam tindakan yang merugikan.

“Teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga memiliki risiko. Karena itu, literasi digital harus dibangun sejak dini agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Salah seorang siswa SMKN 1 Kudus mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti pelatihan. Menurutnya, materi yang diberikan membuat siswa lebih memahami bahwa AI bisa digunakan untuk mendukung pengembangan diri dan mempersiapkan rencana masa depan.

Ia juga menilai informasi mengenai pendidikan dan karier menjadi tambahan wawasan bagi pelajar. Penggunaan AI pun dapat diarahkan untuk kegiatan yang lebih produktif, bukan sekadar digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi.

“Kami jadi lebih tahu bagaimana menggunakan AI dengan benar dan bijak. Selain itu juga mendapat informasi tentang potensi diri, karier, hingga pendidikan,” ungkapnya.

Sebanyak 399 siswa mengikuti kegiatan tersebut sampai selesai. Seluruh peserta kemudian mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan.

Melalui kegiatan ini, Polres Kudus berharap pemahaman pelajar mengenai AI dan keamanan digital semakin meningkat. Para siswa juga diharapkan mampu menggunakan teknologi secara kreatif dan produktif, sekaligus lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan yang berkembang di dunia siber. (AS/YM)