PWI Kudus Gelar Orientasi, Calon Anggota Dibekali Etika dan Profesionalisme Wartawan

oleh -436 Dilihat
Calon anggota baru PWI Kabupaten Kudus mengikuti Pelatihan Leadership dan Orientasi Anggota Baru di Gedung Arpusda Kudus, Kamis (23/7). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta tentang etika jurnalistik, profesionalisme wartawan, serta aturan organisasi PWI. (Foto: ist)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus menggelar Pelatihan Leadership dan Orientasi Anggota Baru di Gedung Arpusda Kudus, Kamis (23/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali calon anggota dengan pemahaman mengenai etika jurnalistik, profesionalisme wartawan, serta tata kelola organisasi sebelum resmi bergabung sebagai anggota PWI.

Pelatihan diikuti sekitar 26 peserta yang terdiri atas calon anggota baru dan pengurus PWI Kabupaten Kudus. Selain meningkatkan kapasitas peserta, kegiatan ini juga menjadi salah satu tahapan dalam menyiapkan regenerasi organisasi menjelang reorganisasi kepengurusan PWI Kudus yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 mendatang.

Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, mengatakan orientasi anggota baru merupakan agenda penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di tubuh organisasi. Menurutnya, peningkatan jumlah anggota harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan pemahaman terhadap profesi kewartawanan.

Dalam orientasi tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers, keorganisasian PWI, hingga Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Materi tersebut diberikan agar calon anggota memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab sebagai wartawan dan anggota organisasi profesi.

“Setelah mengikuti orientasi ini, kami harap ke depan calon anggota baru bisa menjadi kader-kader pemimpin baik di organisasi maupun di lembaga lain,” ujar Hendra.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap aturan profesi menjadi fondasi penting dalam membangun wartawan yang mampu menjalankan tugas jurnalistik secara bertanggung jawab, independen, dan menjunjung tinggi integritas.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Tengah, Sunarto, menilai pembekalan tersebut diperlukan agar calon anggota mengenal lebih jauh mekanisme organisasi sekaligus memahami tanggung jawab yang melekat setelah menjadi bagian dari PWI.

Menurutnya, keanggotaan PWI bukan sekadar identitas profesi, melainkan juga komitmen untuk mematuhi aturan organisasi dan menjaga marwah jurnalistik dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Senada dengan itu, pemateri Ade Oesman menekankan pentingnya penguasaan Kode Etik Jurnalistik maupun AD/ART organisasi sebagai bekal dasar bagi setiap calon anggota. Pemahaman terhadap regulasi tersebut, kata dia, akan membantu wartawan menjaga kredibilitas, integritas, dan independensi dalam menjalankan profesinya.

“Bekal ini penting agar mereka memiliki karakter sebagai wartawan yang menjaga kredibilitas, integritas, dan independensi,” ujarnya.

Ade berharap orientasi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu membentuk karakter wartawan yang profesional, memahami aturan yang berlaku, serta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab kepada publik. (AS/YM)