PPBI Kudus Awali Persiapan Event Bonsai Nasional dengan Doa Bersama untuk Keselamatan dan Kelancaran

oleh -772 Dilihat
Doa Bersama untuk kelancaran dan Keselamatan jelang Event Bonsai Nasional di Balai Jagong Wergu Wetan Kudus. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Sebagai langkah awal menuju penyelenggaraan Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Piala Bupati Kudus 2025, panitia dan anggota Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kudus menggelar doa bersama pada Rabu malam (15/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di area Balai Jagong GOR Kudus itu menjadi simbol harapan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan selamat hingga penutupan.

Ketua PPBI Kudus, Ipda Yani Setiawan, menjelaskan bahwa doa bersama ini digelar sebagai tradisi dan bentuk rasa syukur sebelum memulai kegiatan besar.

“Malam ini kami adakan selamatan atau doa bersama sebagai langkah awal persiapan event. Harapannya, seluruh kegiatan nanti diberi kelancaran, keselamatan bagi panitia, peserta, dan semua pihak yang terlibat,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Yani menuturkan, Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Piala Bupati Kudus 2025 akan diselenggarakan pada 19–28 Oktober 2025 di Balai Jagong GOR Kudus, Wergu Wetan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-476 Kota Kudus.

“Terakhir kali Kudus mengadakan pameran bonsai nasional itu tahun 2012. Setelah 13 tahun, akhirnya kami kembali bisa menghadirkan event besar ini dalam suasana Hari Jadi Kota Kudus,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yani menjelaskan bahwa pameran bonsai tidak sekadar menonjolkan keindahan tanaman, tetapi juga sarat makna filosofi.

“Keindahan bonsai dilihat dari keseimbangan antara akar, batang, dan cabang. Itu menggambarkan kesabaran, ketekunan, dan kreativitas para pebonsai,” jelasnya.

Menurutnya, ajang ini juga diharapkan menjadi wadah bagi pecinta bonsai lokal untuk berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain.

“Kita ingin teman-teman bonsai Kudus bisa bersanding dengan pebonsai dari Jepara dan Pati. Targetnya ke depan, kita bisa ikut dalam ajang Asia Pasifik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Yohan Hadi Pras, mengungkapkan bahwa selain doa bersama, panitia juga mulai menyiapkan sarana pendukung untuk acara utama.

“Setelah doa bersama, kami langsung melanjutkan pemasangan meja display yang didatangkan dari Jepara. Proses ini memerlukan waktu dua hingga tiga hari, dan kami target selesai tanggal 18 Oktober,” terangnya.

Yohan menyebutkan, penerimaan peserta dan pohon akan dibuka mulai 19–20 Oktober, diikuti oleh pebonsai dari berbagai daerah di Indonesia.

“Peserta bersifat nasional. Biasanya didominasi dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kami perkirakan ada sekitar 700 pohon yang akan ikut serta,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan berbagai doorprize menarik, di antaranya motor listrik sebagai hadiah utama, serta empat ekor kambing untuk pemenang di setiap kelas—bahan, pratama, madya, dan peserta terbanyak.

“Doorprize ini bukan hadiah lomba, tapi bentuk semangat kebersamaan untuk menyemarakkan event. Selain motor listrik, juga ada lemari es, kipas angin, dan perlengkapan bonsai,” tutur Yohan.

Dengan mengusung semangat “The Greatness of Kudus Bonsai Observers”, PPBI Kudus berharap pameran ini menjadi ajang belajar, bekerja, dan berkarya, serta memperkuat eksistensi bonsai Kudus di tingkat nasional. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :