PPKM Mikro Diperketat, Segala Bentuk Hajatan Dilarang, Kecuali Akad Nikah

oleh -1.537 kali dibaca
Salah satu lokasi resepsi pernikahan yang terpaksa dihentikan petugas karena dianggap melanggar protokol kesehatan Covid-19 (Foto : istimewa)

Kudus,isknews.com – Sejak dinyatakan sebagai Kabupaten yang berada dalam kategori status zona merah COVID-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Perayaan Mikro di wilayahnya.

Melalui Surat Edaran Bupati Kudus Nomor 360/1297/04.04/2021 tentang penambahan PPKM untuk pengendalian penyebaran corona di Kabupaten Kudus.

Dan sejumlah aturan pun semakin diperketat. diantaranya yakni pelarangan kegiatan dan kegiatan yang bersifat perayaan di semua desa di Kabupaten Kudus.

“Berlaku mulai hari ini semua bentuk hajatan akan kami bubarkan, kecuali akad nikah. Hal ini berlaku untuk semua desa, baik yang berzona hijau, kuning, oranye, apalagi merah,” kata Bupati Kudus HM Hartopo, saat mengundang awak media di Pendapa Kabupaten, Kamis (03/06/2021).

Meski demikian, prosesi akad nikah yang dilakukan secara sederhana tidak dilarang.

“Kalau cuma akad saja tidak apa-apa, tapi jangan sampai ada resepsi, ” ujarnya.

Selain itu, warung di desa di Kabupaten Kudus diinstruksikan untuk tidak melayani pembeli makan di tempat. Semua makanan yang dibeli, harus dibungkus dan dibawa pulang.

“Mari kita semua berkomitmen jadikan Kudus menjadi zona hijau kembali,” katanya.

Sementara itu Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma ditempat yang sama juga menegaskan segala acara hajatan di Kabupaten Kudus untuk sementara dilarang.

“Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan situasi Covid-19 di Kudus yang saat ini masih tinggi dan berada di zona merah, kita tidak ada toleransi,selain akad nikah segala bentuk resepsi ditiadakan,” terangnya.

Menurutnya, segala bentuk hajatan yang mengundang banyak kerumunan, sementara ditahan dulu, sampai dengan kasus Covid-19 bisa landai,” ucapnya.

Pihak kepolisian dan satgas memastikan tak segan-segan menindak tegas jika ada masyarakat yang masih mengadakan hajatan.

“Kami akan bubarkan secara paksa,jika masih ada warga yang nekad menggelar hajatan,” tandasnya.

Pemberlakuan larangan menggelar hajatan itu seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Bae. Satuan Tugas Covid-19 Kecamatan Bae Kabupaten Kudus membubarkan tiga hajatan pernikahan yang digelar di wilayah Kecamatan Bae, Kamis (30/06/2021) siang.

Kapolsek Bae AKP Ngatmin mengatakan, tiga lokasi resepsi pernikahan tersebut terpaksa dihentikan petugas menyusul dalam pelaksanaannya tercatat melanggar protokol kesehatan Covid-19 serta SE Bupati Kudus yang melarang acara Resepsi pernikahan, hajatan dan sejenisnya. Acara pernikahan hanya Akhad Nikah saja itupun yang hadir dibatasi.

“Ada tiga lokasi hajatan yang kita bubarkan tadi, masing masing di Desa Ngembalrejo, Desa Gondangmanis dan Desa Bae. Acara Hajatan apapapun itu tidak di perbolehkan sesuai SE Bupati Kudus,” kata Kapolsek Bae.

Menurut AKP Ngatmin, Kepolisian bersama TNI dan Trantib Kecamatan Bae mendatangi tiga lokasi resepsi pernikahan itu setelah menerima laporan dari warga. Setelah dikroscek, penyelenggaraan hajatan tidak sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Karena diketahui mengabaikan protokol kesehatan Covid-19, petugas akhirnya memberikan waktu selama 15 menit kepada penyelenggara untuk membubarkan hajatan,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.