Proyek Jalan Kudus-Purwodadi Makan Korban, Polisi Minta Rambu dan Penerangan Diperkuat

oleh -71 Dilihat
Kondisi proyek perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus, yang masih dalam tahap pengerjaan dan mendapat sorotan polisi terkait rambu serta penerangan, Kamis (10/9/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Proyek perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, memakan korban. Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan hingga terperosok ke area pekerjaan jalan pada Rabu (9/9/2026) malam. Menyusul kejadian tersebut, polisi meminta rambu dan penerangan di sekitar proyek diperkuat.

Kapolsek Undaan AKP Uji Andi mengatakan, aspek keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian selama pekerjaan berlangsung. Menurutnya, rambu peringatan dan pencahayaan yang memadai diperlukan agar pengendara dapat melihat adanya perubahan kondisi jalan ketika melintas, khususnya pada malam hari.

“Untuk pelaksana dalam hal perbaikan jalan ini agar lebih ditingkatkan lagi untuk pemasangan rambu-rambu maupun diberikan penerangan, terutama di lokasi pekerjaan,” tegas Uji, Kamis (10/9/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah tanda peringatan sebenarnya telah dipasang di sekitar lokasi proyek. Selain papan dan banner penunjuk arah, terdapat pula lampu kecil yang berfungsi sebagai tanda berkedip bagi pengendara.

Namun, saat kecelakaan terjadi, lampu peringatan tersebut diduga tidak menyala. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya penerangan jalan di sekitar lokasi sehingga area pekerjaan menjadi kurang terlihat.

“Ada lampu kelap-kelip dan penunjuk arah dari banner sama papan. Hanya saja barangkali untuk kondisi semalam lumayan gelap, karena memang rata-rata di sini lampu penerangan jalannya kurang,” ujar Uji.

Berdasarkan rekaman CCTV, kata dia, lampu kelap-kelip yang berada di sekitar proyek terlihat tidak aktif ketika insiden berlangsung. Uji menduga terdapat kemungkinan kelalaian dari pihak pekerja atau pelaksana proyek, meskipun perangkat lampu tersebut sebelumnya sudah dipasang.

“Kalau dari CCTV-kan tidak ada lampu untuk memberi tanda, kelap-kelip itu tidak nyala. Mungkin ada semacam kelalaian dari rekan-rekan pekerja ataupun pelaksanaan, tapi untuk lampunya sejak awal terpasang,” ungkapnya.

Kecelakaan tersebut melibatkan NS (52), warga Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dari arah Purwodadi menuju Kudus dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di lokasi kejadian, korban diduga tidak memperhatikan tanda peringatan yang berada di area proyek. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian menabrak penanda pekerjaan hingga korban terjatuh dan masuk ke bagian jalan yang sedang dikerjakan.

Saat insiden berlangsung, proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Bagian jalan yang menjadi lokasi kejadian diketahui masih berupa rangka besi yang dipersiapkan untuk proses pengecoran.

Korban terjatuh di atas rangka besi tersebut. Akibat kecelakaan itu, NS mengalami sejumlah luka, antara lain luka robek pada bahu kiri dan paha kiri. Darah juga keluar dari bagian mulut korban.

Ketika dilakukan evakuasi, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Personel Polsek Undaan kemudian segera membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Personel kami langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan,” jelas Uji.

Kapolsek Undaan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di lokasi proyek tersebut. Ia meminta pihak pelaksana memastikan seluruh rambu peringatan dan lampu penerangan berfungsi dengan baik, terutama saat malam hari.

Menurutnya, keselamatan pengendara harus menjadi perhatian utama selama proyek berlangsung karena kendaraan masih melintas di jalur Kudus-Purwodadi yang menjadi akses masyarakat. (AS/YM)