Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pati mengungkapkan, pada tahun ini Bumi Mina Tani mendapat jatah penggarapan sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), terbanyak nomor dua se-Jawa Tengah, setelah Kabupaten Semarang.
“Kami optimis mampu menyelesaikan prona sebanyak 40 ribu bidang tanah pada akhir tahun ini. Bahkan, kami telah melaksanakan sertifikasi gratis ini dengan baik dan sesuai dengan mekanisme pelaksanaannya,” beber Kepala BPN Pati Yoyok Hadimulyo Anwar, belum lama ini.
Saat ini, lanjut dia, pihaknya telah merampungkan sedikitnya 15.300 sertifikat prona. Sedang, untuk proses pengukuran dari 40.000 bidang tanah tersebut. Pihaknya sudah melangsungkan pengukuran di 32.500 bidang tanah.
“Target kami Desember nanti, penyelesaian sertifikat prona akan selesai semua. Sebenarnya, sudah ada sebagian setifikat yang sudah jadi, tapi kami belum berani membagikan kepada pemiliknya. Sebelum ada surat dari Menteri Agraria dan Tata Ruang,” terangnya.
Rencananya, sertifikat prona tersebut akan dibagikan secara serentak sesuai intruksi dari Presiden Joko Widodo. “Mengingat program ini, adalah prioritas dari beliau dan pendanaanya dari APBN,” jelas Yoyok.
Ditambahkan, penyelesaian proyek prona 40 ribu bidang tanah itu, merupakan kali pertama dan terbanyak sepanjang sejarah.
“Ini merupakan terbesar, karena setiap tahunnya Kabupaten Pati hanya menerima jatah prona sekitar 15 – 20 ribu bidang tanah saja,” tandasnya. (Wr)









