PT Djarum Kucurkan THR 2020 Bagi 48 Ribu Buruh, Meningkat 1,24 Persen Dari Tahun Lalu

oleh

Kudus, isknews.com – Total hampir 48 ribu lebih buruh perusahaan rokok PT Djarum Kudus hari ini mulai menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2020. Perusahaan rokok PT Djarum  membagikan THR kepada buruh harian dan borong dengan besaran lebih dari Rp 97,02 miliar belum termasuk ribuan buruh bulanan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Manager Public Affairs PT Djarum Kudus Rahma Mochtar Kusumasastra mengatakan, THR buruh harian dan borong kali ini mengalami kenaikan sekitar 1,24 persen dibanding THR 2019 sebesar Rp 95,83 miliar.

Dua orang koordinator buruh Brak BL 53 PT Djarum Kudus, saat sedang menunjukkan uang THR yang diterimanya (Foto: YM)

“Dari sisi jumlah buruh keseluruhan mengalami sedikit kenaikan dibanding tahun lalu sebanyak 47.306 orang,” kata Mochtar yang didampingi Kepala Brak (Gudang Produksi) BL 53, Reza Abdullah, Selasa (12/05/2020).

Menurutnya, peningkatan THR terjadi selain meningkatnya jumlah buruh, juga karena ada kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Kudus dari Rp 2.044..467 tahun lalu menjadi Rp 2.218.451 pada 2020 ini.

TRENDING :  Kisah Perjuangan 2 Peserta Dari Aceh dan Papua Ikuti Audisi Umum di Kudus

“Setiap buruh menerima THR minimal satu bulan gaji sesuai UMK,”

Dijelaskannya, pemberian THR sudah sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 06 tahun 2016 tentang THR Keagamaan.

“Selain mereka yang masih bekerja, karyawan ter- PHK, sakit atau cuti hamil maksimal 30 hari sebelum hari H lebaran, juga mendapatkan satu bulan gaji,” terangnya.

THR  buruh harian kali ini diberikan kepada 6.774 orang buruh bathil (perapi rokok, red) sebesar Rp 16,01 miliar, dan buruh borong 41.344 orang senilai Rp 81,01 miliar. Mereka tersebar di 23 brak Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Djarum di Kudus, Rembang, Pati dan Jepara. 

Dari pantauan media ini di brak BL 53, pembagian THR berjalan dengan aman dan lancar. Sejak pemerintah pusat memberlakukan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran korona, PT Djarum sudah menerapkan hal tersebut. Kebersihan pekerja dan lokasi produksi menjadi penekanan utama.

TRENDING :  UNBK Berakhir Hari Ini, Siswa SMK Masih Hadapi USBN Dan UKK

“THR kami serahkan secara kelompok, masing- masing terdiri 10 orang,” terangnya.

Berbeda dengan tahun lalu, pembagian THR saat ini dengan adanya pandemi Covid-19, perusahaan menerapkan protokol kesehatan wajib cuci tangan dengan sabun, pemakaian masker dan physical distancing.

Suasana ruang kerja gudang produksi telah diatur sedemikian rupa, antar karyawan berjarak lebih satu meter. Pekerjaan dibagi dua shift mulai pukul 05.30 hingga 10.30, serta shift berikutnya pukul 11.00 hingga 16.00.

Langkah lainnya, pantauan kesehatan pekerja ditingkatkan. Bila mendapati ada pekerja yang sakit, segera mendapat penanganan medis tingkat pertama pada masing-masing brak. Hingga saat sekarang, kondisi mereka sehat-sehat.

TRENDING :  Festival Desa Wisata Jateng, Kudus Tampilkan Kesenian Pencak Silat Patih Arjuna

”Kami bersyukur, dapat memenuhi hak pekerja secara normatif pada kondisi seperti sekarang ini,” katanya.

Mochtar menghimbau  THR sebaiknya tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif lebaran. Tetapi sebagian dapat ditabung untuk keperluan lain, seperti kebutuhan anak sekolah.

“Saya berharap para buruh ini membelanjakan uang THR dengan bijaksana, di masa pandemi covid-19 ini,” ungkapnya.

Di Brak BL 53, buruh PT Djarum, Qoriah (38) warga Undaan Lor, Kecamatan Undaan dan Romi (35) warga Ploso Kecamatan Jati, mengaku sangat bersyukur di tengah pandemi Covid-19 pihak perusahaan masih memperhatikan pemberian THR.

“Terlebih THR diberikan lebih awal sehingga pihaknya dapat berbelanja sebelum harga- harga kebutuhan mengalami kenaikan. Kami akan belanjakan uang ini untuk kebutuhan anak-anak dan kebutuhan menjelang lebaran,” ungkap mereka. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :