REMBANG, ISKNEWS.COM – PT Djarum mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 1,2 miliar untuk merenovasi dan membangun ulang 16 rumah warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), bantuan tersebut diharapkan mampu menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penyerahan rumah kepada para penerima manfaat dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Rembang pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Rembang H. Harno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah kepala desa, serta keluarga penerima bantuan.
Sebanyak 16 rumah yang mendapat bantuan tersebar di empat desa. Rinciannya, enam rumah berada di Desa Labuhan Kidul dan dua rumah di Desa Bendo, Kecamatan Sluke. Selanjutnya, empat rumah berada di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, serta empat rumah lainnya di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang.
Besaran biaya untuk renovasi maupun pembangunan ulang setiap rumah berkisar antara Rp 70 juta hingga Rp 85 juta. Anggaran tersebut disesuaikan dengan kondisi bangunan serta tingkat kerusakan masing-masing hunian.
Salah satu warga yang merasakan manfaat program tersebut adalah Masduqi, warga Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang. Sebelum mendapatkan bantuan, ia bersama istri dan anak-anaknya tinggal di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Atap kayu yang mudah bocor, dinding berbahan anyaman bambu, serta lantai tanah membuat rumahnya kurang nyaman, terutama ketika musim hujan tiba.
Sebagai buruh di sektor pertanian garam, Masduqi mengaku kerap khawatir ketika hujan deras disertai angin kencang melanda. Selain menghadapi risiko kerusakan bangunan, kondisi rumahnya juga membuat ia memikirkan kenyamanan anak-anak saat beraktivitas maupun menerima teman-temannya.
“Dulu kalau hujan dan angin saya takut rumah roboh. Atap masih kayu, dindingnya gedeg (anyaman bambu), lantainya juga masih tanah, jadi kalau hujan sering bocor dan rembes. Saya sempat malu karena takut anak saya minder ketika teman-temannya datang ke rumah. ‘Bu kalau ada rezeki kita perbaiki sedikit ya’ itu yang anak saya bilang,” ungkap Masduqi.
Kini, kondisi tempat tinggalnya telah berubah menjadi lebih baik. Ia mengaku bersyukur karena keluarganya dapat menempati rumah yang lebih bersih, sejuk, dan nyaman. Bantuan tersebut juga mewujudkan keinginannya untuk memiliki hunian dengan dinding tembok dan lantai keramik.
“Sekarang saya sangat senang, rumahnya sudah lebih adem, bersih, dan nyaman. Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada PT Djarum yang sudah membantu membangun rumah kami. Semoga PT Djarum semakin maju sehingga dapat membantu lebih banyak keluarga yang membutuhkan,” tambahnya.
Bupati Rembang H. Harno, S.E., mengapresiasi keterlibatan PT Djarum dalam membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui penyediaan hunian yang memenuhi standar kelayakan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Djarum atas wujud nyata kepedulian dan gotong royong dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Rembang. Semoga bantuan ini membawa manfaat, keberkahan dan kebahagiaan bagi keluarga penerima manfaat, serta semakin memperkuat semangat kebersamaan mewujudkan Rembang yang maju, sejahtera dan berkelanjutan,” ujar Harno.
Ia juga menyampaikan bahwa hubungan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Rembang dan PT Djarum telah berlangsung cukup lama. Selain melalui program sosial, keberadaan perusahaan di Rembang dinilai turut memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengurangan angka pengangguran.
“Semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto menjelaskan bahwa hunian yang layak merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap kualitas hidup sebuah keluarga. Oleh karena itu, pembangunan rumah melalui program RSLH tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memperhatikan keamanan, kenyamanan, dan kesehatan penghuninya.
Menurut Budiharto, rumah yang dibangun melalui program tersebut dirancang dengan struktur yang kokoh, tata ruang sesuai kebutuhan keluarga, serta dilengkapi pencahayaan dan fasilitas sanitasi yang memadai. Ketersediaan akses air bersih dan toilet yang layak juga menjadi perhatian dalam proses pembangunan.
“Rumah yang layak bukan hanya soal berdirinya sebuah bangunan, tetapi bagaimana rumah tersebut mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan sehat bagi penghuninya. Harapannya, ketika persoalan tempat tinggal sudah teratasi, keluarga dapat fokus bekerja, anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan membangun masa depan yang lebih baik,” kata Budiharto.
Ia menambahkan, pelaksanaan program RSLH melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. PT Djarum memberikan dukungan selama proses renovasi maupun pembangunan ulang sehingga keluarga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pembangunan tersebut.
Keterlibatan masyarakat setempat juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat gotong royong. Melalui kerja sama tersebut, bantuan diharapkan dapat menjawab kebutuhan warga secara tepat sasaran sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
“Kami percaya membangun kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah agar bantuan dapat tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat inilah yang kami wujudkan melalui komitmen Tumbuh Bersama Indonesia. PT Djarum lahir, tumbuh dan berkembang di Indonesia, sehingga sudah sewajarnya kami ikut bertumbuh bersama masyarakat,” jelasnya.
Budiharto berharap program tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga yang masih membutuhkan hunian layak.
Program RSLH merupakan bagian dari komitmen PT Djarum dalam mendukung penyediaan tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Program ini telah berjalan sejak 2022 dan hingga akhir 2025 tercatat telah menyelesaikan renovasi 626 rumah di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah.
Wilayah yang telah menerima manfaat program tersebut meliputi Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Sepanjang 2026, program RSLH telah merenovasi dan membangun ulang sebanyak 352 rumah di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Di Kabupaten Kudus, sebanyak 292 rumah telah selesai diperbaiki dan ditempati kembali oleh pemiliknya.
Bantuan serupa juga telah diberikan kepada 10 keluarga di Kabupaten Brebes dan 12 keluarga di Kota Salatiga. Sementara itu, di Kabupaten Wonogiri, sebanyak 10 rumah telah diserahterimakan kepada penerima manfaat, disusul 12 rumah di Kabupaten Pati yang telah rampung direnovasi maupun dibangun ulang.
Terbaru, sebanyak 16 keluarga di Kabupaten Rembang menerima manfaat program tersebut. Melalui pembangunan dan renovasi rumah ini, PT Djarum berharap semakin banyak masyarakat dapat menikmati tempat tinggal yang layak sekaligus memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya. (AS/YM)






