PTPN IX Eksekusi 20 Ha Lahan Yang Belasan Tahun Dikuasai Warga

oleh -1,431 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sekitar seluas 20 ha lebih tanah Negara yang dikuasakan kepada PTPN IX dan sudah sejak tahun 1998 dikuasai oleh warga, pagi tadi diambil alih kembali oleh pihak PTPN IX. Rabu (4/10/17).

Operasi pengambil alihan tanah PTPN tersebut dipimpin oleh Pjs. Manajer PG. Rendeng Kudus Wisnu Pangaribawa, serta Perwira Keamanan (Pakam) Direksi PTPN IX Divisi Tanaman Tebu, AKBP Ridho Wahyudi dengan dikawal oleh staf PTPN IX dan Polres Kudus.

Perwira Keamanan (Pakam) Direksi PTPN IX Divisi Tanaman Tebu, AKBP Ridho Wahyudi (Foto : YM)

Alasan pengambilalihan lahan milik Negara tersebut menurut Ridho Wahyudi, adalah karena kebutuhan akan suplai tebu bagi operasional produksi Pabrik Gula dibawah PTPN IX, sehingga diperlukan penambahan luasan area penanaman tebu bagi keperluan produksi yang suplainya ke pabrik kian menurun.

“Karena kondisi tersebut PTPN sampai memanfaatkan lahan-lahan tidur dan lahan-lahan yang seharusnya di kuasai oleh PTPN namun kini dikuasai oleh oknum warga masyarakat,” katanya.

Yang kedua PTPN memiliki alasan bahwa saat ini pihaknya memegan sertifikat HGB hingga tahun 2030,  sehingga sesuai dengan Peraturan Pemerintah Tentang Pendaftaran Tanah disitu disebutkan sesuai pasal 1 dan 19 Undang-undang Pokok Agraria bahwa sertifikat adalah tanda bukti kepemilikan yang syah.

“Sampai sat ini belum ada yang mendaftarkan sengketa tentang tanah ini di Pengadilan Negeri secara perdata, sehingga ini syah milik PTPN dan kami berhak untuk mengambil dari oknum warga yang kini menguasai tanah tersebut,” terangnya.

Sebelum dijkyasai oleh warga, lahan tersebut sebelumnya merupakan milik Pabrik Gula (PG) Tanjungmojo, Tanjungkarang Jekulo Kudus.

Dan sejak usai reformasi lahan tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk menanam tebu tanpa sewa bahkan tak sedikit pula yang didirikan bangunan permanen diatasnya.

Di jelaskan oleh Ridho Wahyudi ada 113 warga yang memanfaatkan lahan tersebut. Menurutnya, sebelum dilakukan eksekusi PTPN telah melayangkan surat peringatan dan menyosialisasikan untuk mengosongkan lahan.

“Para warga tersebut hanya menempati sedangkan pajaknya kita yang bayarkan, sementara dari warga juga tidak ada yang mengklaim menjadi coordinator, padahal kita tunggu-tunggu untuk berdialog dengan kami bila ada yang merasa tidak puas dengan pengambil alihan ini,” katanya.

Di tambahkan oleh Wahyudi, “Banyak oknum warga ini yang justru menyewa-nyewakan lahan ini kepada pihak lain atau menyalahgunakan bagi kepentingan yang lain, sehingga mereka tidak dapat di kategorikan warga miskin,” tuturnya.

Sementara itu meski ketika kita memasuki jalan utama di Desa Tanjungrejo Jekulo Kudus, ada beberapa spanduk besar bertuliskan penolakan pengambilalihan tanah ex PG Tanjungmojo oleh pihak PTPN, namun warga yang ditemui menolak untuk berkomentar tentang eksekusi yang dilaksanakan pagi tadi.

Warga lebih banyak menghindar dan hanya menyaksikan dari kejauhan eksekusi tersebut.

Camat Jekulo Yussie Susepti  yang juga ada di lokasi menyampaikan, “ Atas nama Pemerintah Kecamatan Jekulo Kudus, kami meminta maaf atas adanya kejadian tersebut, nanti kami akan sampaikan kepada ibu kepala desa agar member arahan kepada warganya agar taat secara aturan dan hokum,” pungkasnya.

Dalam eksekusi tersebut juga hadir Kabag Ops Polres Kds Kompol Tugiyanto, Kapolsek Jekulo AKP Subakri, pimpinan, Direksi dan para Kabag Instalasi PUK, Pengolahan, Tanaman serta ratusan karyawan PG Rendeng Kudus. (YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.