Rasakan Nuansa Tempo Dulu Lewat Sego Jagung dan Kopi Muria di Rahtawu

oleh -688 Dilihat
Sajian Sego Jagung siap di nikmati. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Menikmati sajian sego jagung ditemani secangkir kopi Muria sambil duduk di rumah lawas berlatar pegunungan, menjadi pengalaman kuliner yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa tempo dulu. Sensasi itu bisa dirasakan saat berkunjung ke warung makan Griyo Kakung di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus.

Dari luar, bangunan rumah lawas dengan latar puncak Gunung Muria langsung memanjakan mata. Begitu masuk, pengunjung disuguhi ornamen klasik khas rumah simbah yang menghiasi setiap sudut ruangan. Nuansa itu makin lengkap dengan menu andalan berupa sego jagung, yang bisa dipadukan dengan manas ati, sambal lombok sayur, hingga sayur lompong.

Menu yang disajikan di Griyo Kakung benar-benar tradisional khas Rahtawu. Mulai dari sego jagung, sayur lompong, hingga iwak kali yang menjadi andalan, ditambah sajian minuman seperti kopi Rahtawu, wedang jahe, dan pilihan lainnya. “Menu spesial kami tentu saja sego jagung dengan sayur lompong, bisa dipadukan dengan lauk iwak kali atau manas ati, yaitu masakan tongseng cabai sayur yang pedas gurih,” jelas Agung, pengelola Griyo Kakung.

“Kami ingin menyajikan suasana legendaris ala kampung tempo dulu. Tidak hanya menunya, tapi juga tempatnya kami setting agar terasa ngangenin,” sambungnya.

Agung menambahkan, rumah yang dijadikan tempat usaha tersebut merupakan peninggalan turun-temurun dari leluhurnya. “Tiang saka dan gebyok kayu sudah berusia ratusan tahun. Saya mewarisi enam generasi dari simbah-simbah, ini salah satu rumah tertua di Dukuh Semliro,” ungkapnya.

Nama Griyo Kakung sendiri diambil dari asal-usul bangunan rumah lawas peninggalan kakeknya. Agung mengaku, dirinya merupakan generasi keenam yang menempati rumah berusia ratusan tahun tersebut. “Saya ingin melestarikan peninggalan dari simbah. Rumah ini tetap asli tanpa perubahan, supaya pengunjung bisa merasakan suasana tempo dulu yang sesungguhnya,” ujarnya.

Warung makan ini resmi dibuka pada 18 Agustus 2025 lalu dan berlokasi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, RT 3 RW 4, satu jalur dengan pendakian Puncak 29. Dengan jam operasional mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB, Griyo Kakung juga mampu menampung komunitas atau rombongan hingga 100 orang.

“Kalau main ke Rahtawu jangan lupa mampir ke Griyo Kakung, biar bisa menikmati cita rasa masakan kampung di suasana yang sejuk,” tambahnya.

Salah satu pengunjung asal Jepangpakis Kecamatan Jati Kudus, Liana, mengaku betah menikmati kuliner sekaligus suasana di Griyo Kakung. “Masakannya enak, tempatnya nyaman, ditambah pemandangan puncak gunung yang membuat makin betah, disini konsepnya sederhana namun sarat nostalgia,” ujarnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :