Redam Lonjakan Covid-19 di Kudus, Akses Tempat Wisata Diperketat

oleh -906 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Upaya penanggulangan lonjakan kasus Covid-19 terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Angka pertumbuhan kasus positif didominasi oleh klaster keluarga yang terjadi usai hari raya. Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Kudus, Hartopo, melakukan konsultasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara virtual di Command Center Diskominfo, Senin (24/5/2021). 

Hartopo melaporkan bahwa tren peningkatan kasus Covid-19 dimulai pada 16 Mei, dan sampai tanggal 23 Mei tercatat 488 kasus positif. Lonjakan tersebut disebabkan karena penerapan protokol kesehatan yang lemah di tempat wisata, baik umum maupun religi. Pihaknya mengungkapkan telah berulangkali menyampaikan imbauan kepada satgas di tempat wisata, namun dalam pelaksanaan screening masih kurang efektif. 

“Lonjakan kasus baru terkait masalah tempat wisata baik umum maupun religi, yang tidak menerapkan prokes. Sudah bolak-balik kita pantau dan imbau satgas prokes di sana, tapi dalam screening masih tidak efektif,” ungkapnya.

Bupati segera melakukan evaluasi terkait pendisiplinan protokol kesehatan dan standar operasional prosedur (SOP) pada tempat-tempat wisata. Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, pihaknya akan melakukan penyekatan bus dari luar kota yang menuju ke titik wisata. Diharapkan hal ini dapat memutus rantai penyebaran pandemi dari luar daerah. 
“Penanganan saat ini, tempat pariwisata dievaluasi baik dari SOP-nya dan satgasnya. Selanjutnya, mengantisipasi bus dari luar kota akan dilakukan penyekatan di beberapa titik, agar putar balik,” tuturnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ganjar Pranowo mendukung penuh pengetatan protokol kesehatan pada lokasi wisata yang berpotensi terjadi kerumunan. Ia juga meminta kepada seluruh bupati/walikota untuk bertindak tegas apabila terjadi pelanggaran terhadap protokol kesehatan. 
“Ketatin aja, kalau ada yang izin menyelenggarakan acara sudah diberikan tapi tidak tertib, dibubarkan saja. Bentuk-bentuk adaptasi kebiasaan baru ini kita lakukan dengan ketat,” ujarnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :