Rektor UMK: Tantangan Bonus Demografi, Pembangunan SDM Harus Jadi Arus Utama

oleh -255 kali dibaca
Rektor UMK, Prof. Darsono tengah diwawancarai saat menghadiri Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV Tahun 2024, belum lama ini. Foto: DOk.UMK

isknews.com – Forum Rektor Indonesia (FRI) belum lama ini menyelenggarakan Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV tahun 2024 di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kampus Lidah Wedan, belum lama ini. Mengusung tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul, Inovatif, dan Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045” acara tersebut dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).

 Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. mengapresiasi terselenggaranya FRI 2024, karena dapat menginspirasi dalam konteks pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Kehadiran Presiden Jokowi dan berbagai menteri, termasuk Menteri Sekretaris Negara, Menteri Pendidikan, dan Menteri Investasi, menunjukkan betapa pentingnya peran pendidikan tinggi dalam memajukan negara.

“Pembangunan SDM harus menjadi arus utama dalam agenda nasional. Hal ini penting mengingat Indonesia sedang menghadapi bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada yang tidak produktif,” tuturnya.

“Ini adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan negara, tapi juga bisa menjadi tantangan jika tidak dikelola dengan baik,” sambungnya.

Lebih lanjut, Prof. Darsono berharap, Forum Rektor dapat menjadi ajang untuk menyampaikan gagasan, memetakan masalah, dan mengambil langkah inovatif yang produktif untuk kemajuan Indonesia. Ia juga menyerukan kepada para rektor dan lembaga pendidikan tinggi untuk berperan aktif dalam memajukan Pendidikan, dan pada akhirnya kemajuan negara.

Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden RI, Jokowi menyoroti kompleksitas dinamika global yang semakin penuh ketidakpastian. Orang nomor satu di RI itu menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merumuskan navigasi terhadap ketidakpastian politik global.

Selain itu, Presiden juga mengajak perguruan tinggi untuk mengharmonisasikan strategi pembangunan yang berfokus pada nilai-nilai manusia dan budaya Indonesia. Selain itu, perguruan tinggi juga memiliki peran strategis menjadi lembaga riset. Dengan jumlah dosen dan tenaga peneliti yang besar, Presiden Jokowi meyakini pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta inovasi melalui riset yang berkualitas dapat terus diperkuat.

“Yang sering juga saya sampaikan yang bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga mau terus belajar. SDM yang kuat fisik, mental, dan moralnya. SDM yang inovatif menghasilkan karya-karya yang berkualitas,” serunya.

Sebagai informasi, sejumlah menteri turut hadir dalam acara tersebut. Mulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Kemudian, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Tidak hanya itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :