Kudus, isknews.com – Minimnya jumlah peserta didik membuat lima sekolah dasar negeri di Kabupaten Kudus resmi ditutup mulai awal semester genap tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan tersebut diambil untuk mengefektifkan proses pembelajaran melalui penggabungan siswa ke sekolah terdekat.
Salah satu sekolah yang ditutup adalah SDN 1 Adiwarno di Kecamatan Mejobo. Pada hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026) pagi, ruang-ruang kelas di sekolah tersebut tampak lengang. Meja dan kursi siswa terlihat kosong, menandai berakhirnya aktivitas belajar mengajar di sekolah itu.
SDN 1 Adiwarno sebelumnya dilaporkan minim murid. Bahkan pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026, sekolah tersebut tidak mendapatkan satu pun siswa baru di kelas I. Seluruh siswa kelas II hingga VI kemudian dipindahkan ke SDN 2 Adiwarno yang masih berada dalam satu kompleks.
Proses pemindahan siswa berlangsung haru. Tangis sedih mewarnai momen perpisahan saat puluhan murid SDN 1 Adiwarno dilepas menuju sekolah barunya. Para orang tua turut hadir untuk mengantarkan anak-anak mereka ke SDN 2 Adiwarno.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugraha, mengatakan selain SDN 1 Adiwarno, terdapat empat sekolah dasar lain yang juga ditutup mulai awal semester ini.
“Yang ditutup ada SDN 1 Adiwarno, SDN 2 Gamong, SDN 4 Kedungdowo, SDN 1 Wates, dan SDN 2 Bulungcangkring,” ujar Anggun, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, penutupan lima sekolah tersebut dilakukan setelah melalui kajian dan pertimbangan matang, salah satunya karena jumlah siswa yang sangat minim. Dengan penggabungan ke sekolah terdekat, diharapkan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif.
“Keputusan penutupan ini sudah melalui kajian dan disepakati bersama tokoh masyarakat serta komite sekolah. Ini menjadi keputusan final demi kepentingan pendidikan anak-anak,” jelasnya.
Sementara itu, Guru Kelas VI SDN 1 Adiwarno, Fachrul Tri Hidayatullah, menyampaikan bahwa seremonial penyerahan siswa ke SDN 2 Adiwarno telah dilakukan. Sebanyak 22 siswa mulai hari ini resmi belajar di sekolah baru, sementara satu siswa lainnya dipindahkan ke sekolah lain karena pertimbangan jarak rumah.
“Memang terasa berat bagi anak-anak karena harus berpisah dengan sekolah lama, tetapi kami menyambut baik keputusan ini. Alhamdulillah sambutan dari SDN 2 Adiwarno juga sangat baik,” ungkap Fachrul.
Di SDN 2 Adiwarno, jumlah siswa kini bertambah menjadi 78 murid setelah menerima siswa pindahan. Selain itu, dua guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) dari SDN 1 Adiwarno juga turut dialihkan untuk mengajar, yakni guru agama dan guru kelas IV.
Ke depan, gedung bekas SDN 1 Adiwarno akan dimanfaatkan oleh SDN 2 Adiwarno sebagai ruang aula, ruang kelas tambahan, serta ruang arsip. Proses pemanfaatan aset tersebut telah dikoordinasikan dengan Korwil Pendidikan Kecamatan Jekulo sebagai bagian dari penataan ulang sarana pendidikan pascaregrouping sekolah. (AS/YM)






