Kudus, isknews.com – Pemkab Kudus terus mendorong lahirnya terobosan di bidang pendidikan melalui penyiapan program pertukaran pelajar lokal yang direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026.
Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus menggelar sosialisasi program tersebut kepada kepala sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project bersama para pengawas. Kegiatan sosialisasi berlangsung di SMP 5 Kudus, Rabu (10/12/2025).
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan bahwa pelaksanaan pertukaran pelajar lokal dijadwalkan pada Januari 2026. Saat ini, tahapan yang dilakukan adalah pengusulan calon siswa dari masing-masing sekolah yang terlibat dalam program.
“Untuk jenjang SMP, setiap sekolah akan mengirimkan enam siswa kelas VIII, sedangkan SD mengirimkan empat siswa kelas V. Pelaksanaannya tentu dengan persetujuan orang tua, terutama bagi siswa SMP yang mengikuti pertukaran lintas kecamatan,” jelas Anggun.
Ia merinci, sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project pertukaran pelajar lokal berjumlah 52 sekolah. Rinciannya, delapan SMP swasta dan 24 SMP negeri, serta 20 SD negeri dan swasta.
Anggun menambahkan, terdapat dua SMP negeri yang tidak dilibatkan dalam program ini, yakni SMP Satu Atap Gebog dan SMP Satu Atap Undaan, dengan pertimbangan jarak lokasi yang relatif jauh. Selain itu, bagi siswa yang mengikuti pertukaran ke sekolah berbasis agama nonmuslim, akan dipilih siswa dengan keyakinan yang sama.
Salah satu sekolah yang menjadi pilot project program pertukaran pelajar lokal gagasan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris adalah SMP 5 Kudus. Sekolah tersebut dijadwalkan mengirimkan siswanya ke SMP Tahfidz Duta Azwaja.
Kepala SMP 5 Kudus, Siti Fatimah, mengatakan bahwa sekolahnya juga akan menerima siswa pertukaran dari SMP 2 Bae Kudus. Penentuan sekolah tujuan dan asal siswa dilakukan secara acak oleh Disdikpora Kudus.
“Pertukaran pelajar ini nantinya berlangsung selama satu minggu. Setelah selesai, siswa akan diminta menceritakan pengalaman mereka kepada sekolah asal. Informasi yang kami terima, kegiatan ini direncanakan berlangsung pada 19–24 Januari 2026,” pungkasnya. (AS/YM)







