Rembuk Sanitasi Hadirkan PKK, KSM dan Djarum Foundation: Desa Kesambi Jadi Pilot Project

oleh -197 Dilihat
Penetapan Desa Kesambi sebagai pilot project sanitasi aman menjadi langkah awal mewujudkan lingkungan desa yang sehat, bersih, dan layak huni. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Rembuk sanitasi yang melibatkan Tim Penggerak PKK, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta Djarum Foundation digelar di Balai Desa Kesambi, Kabupaten Kudus, Rabu malam, 7 Januari 2026. Kegiatan ini sekaligus menandai penetapan Desa Kesambi sebagai pilot project program sanitasi terpadu berbasis lingkungan.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, yang juga menjabat sebagai Bunda Sanitasi Kabupaten Kudus, menyampaikan bahwa rembuk sanitasi menjadi langkah awal penting dalam penanganan sanitasi rumah tangga secara menyeluruh.

“Saya hadir malam ini sebagai Bunda Sanitasi. Rembuk sanitasi ini merupakan pilot project dari Djarum Foundation yang bertujuan membantu penataan limbah rumah tangga, agar air minum warga tidak terkontaminasi akibat kebocoran pembuangan jamban,” ujar Endhah.

Menurutnya, peran PKK sangat strategis karena berada langsung di tingkat keluarga. Kader PKK dinilai paling mengetahui kondisi lingkungan masing-masing, termasuk rumah tangga yang belum memiliki jamban layak dan perlu mendapatkan prioritas bantuan.

“Yang mengetahui secara detail kondisi rumah warga itu justru para ibu-ibu di lingkungan. Mereka bisa menyampaikan kepada kepala desa rumah mana yang benar-benar membutuhkan bantuan lebih dulu, terutama yang belum memiliki jamban,” jelasnya.

Endhah menambahkan, keberhasilan program sanitasi aman sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Ia berharap program tersebut ke depan dapat diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Kudus secara bertahap.

“Harapannya tentu bisa menjangkau 9 kecamatan dan 132 desa. Namun semua dilakukan bertahap, karena program ini tidak hanya menyentuh sanitasi, tetapi juga penataan lingkungan, penghijauan, perbaikan rumah, hingga penanganan sungai,” imbuhnya.

Sementara itu, Deputy Program Director Bhakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa program sanitasi yang dijalankan di Desa Kesambi tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga fasilitas umum seperti masjid, sekolah, pondok pesantren, dan TPA.

“Tujuannya agar secara lingkungan, dari sisi higienis, bisa benar-benar tercipta. Ke depan, kami juga ingin menjadikan Desa Kesambi tidak hanya sehat, tetapi juga nyaman dan asri bagi masyarakat,” kata Achmad.

Ia menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 349 unit sanitasi aman telah selesai dibangun. Selain itu, Djarum Foundation juga merencanakan penataan lingkungan dengan membersihkan sungai, menanami lahan tidak produktif, serta mendukung fasilitas pendidikan dan ruang bermain anak.

Selain program sanitasi, Djarum Foundation juga masih menjalankan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Tahun ini, Desa Kesambi kembali mendapatkan bantuan sembilan unit RTLH, setelah pada tahun sebelumnya juga menerima jumlah yang sama.

Kepala Desa Kesambi, Muhammad Masri, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Djarum Foundation kepada desanya. Ia menilai program tersebut sangat membantu warga, mengingat Desa Kesambi merupakan wilayah rawan banjir yang berdampak pada kualitas air sumur masyarakat.

“Dengan adanya program sanitasi aman dan sambungan air bersih ini, kami berharap kualitas kesehatan dan lingkungan warga semakin meningkat. Pemerintah desa bersama KSM dan masyarakat berkomitmen untuk menyukseskan program ini agar benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :