Revisi RTRW di Kudus Diharap Akomodir Lahan Irigasi Teknis

oleh

Kudus, isknews.com – Rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus terkait revisi  Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW), diharapkan terkait revisi kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) dilaksanakan secara proporsional.

Tokoh pemerhati pertanian asal Desa Wates Kecamatan Undaan, Nur Ahmad menyebut, dalam menyusun dan menerbitkan RTRW yang baru nanti diharapkan dapat mengakomodasi muatan lokal dan operasional, sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

“Penentuan kawasan pertanian pada masa mendatang diharapkan memperhatikan potensi dan dukungan infrastruktur pertanian yang ada,” ujarnya, Kamis (06/08/2020).

Sebagai pertimbangan utama penentuan kawasan potensial pertanian seperti di Kecamatan Undaan menurutnya, salah satunya ada atau tidaknya jaringan irigasi teknis.

“Saya akui lahan pertanian tanpa dukungan irigasi teknis tetap dapat dijalankan. Tetapi butuh biaya tambahan besar, misalnya untuk pompanisasi,” katanya.

Saluran irigasi teknis di Kecamatan Undaan (Foto: istimewa)

Ditambahkannya, setiap tahun kebutuhan lahan untuk pemukiman dan industri meningkat. Sebagian lahan pertanian tidak mendapat pasokan irigasi secara maksimal.

Cepat atau lambat, sebagian wilayah termasuk Kudus menjadi kawasan industri. Lahan pertanian yang tidak produktif dan tidak dialiri irigasi teknis, dapat dialihfungsikan. Sebaliknya, lahan irigasi teknis harus diperkuat untuk mengoptimalkan hasil panen.

”Butuh verifikasi yang komprehensif, lahan pertanian yang dapat dipertahankan atau dialihfungsikan,” jelasnya.

Pelaksana tugas Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Arief Budi Siswanto melalui Kabid Penataan Ruang dan Persawahan, Herryanto, menyatakan mengacu draf Ranperda RTRW tidak ada lagi pembagian lahan basah dan kering.

“Total luasan KP2B saat ini 20 ribu hektare. Sebelumnya, sesuai Perda Nomor 16 Tahun 2012, KP2B seluas 25.334 hektare atau setara dengan 59,58 persen dari total wilayah daratan Kabupaten Kudus 42.516 hektare. Jumlahnya dikoreksi menjadi sekitar 20 ribu hektare. ” kata Herryanto.

Tahapan revisi RTRW yakni proses rekomendasi dari Gubernur Jawa Tengah. Pengajuan surat sudah dilakukan. ”Secara materi sudah siap,” imbuhnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :