Rp11,4 Miliar Digelontorkan, Djarum dan Polytron Bangun 164 Rumah di Kudus

oleh -38 Dilihat
Penyerahan secara simbolis program Rumah Sederhana Layak Huni Kudus Tahap Kedua 2026 kepada penerima manfaat yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (21/9). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Sebanyak 164 rumah tidak layak huni di Kabupaten Kudus telah dibangun dan direnovasi melalui Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron). Program tersebut menggelontorkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp11,4 miliar.

Penyerahan bantuan RSLH tahap kedua tersebut dilakukan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (21/9/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus.

Pada pelaksanaan tahap kedua, PT Djarum memberikan dukungan pembangunan terhadap 109 unit rumah, sedangkan Polytron membantu 55 unit. Sebanyak 164 rumah tersebut tersebar di delapan kecamatan, yakni Bae sebanyak 9 unit, Dawe 28 unit, Jati 16 unit, Jekulo 22 unit, Kaliwungu 15 unit, Gebog 43 unit, Undaan 20 unit, dan Mejobo 11 unit.

Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan pembangunan sekitar Rp70 juta. Hunian yang dibangun mengutamakan tiga aspek, yakni keamanan, kenyamanan, dan kesehatan, termasuk kondisi bangunan, sanitasi, pencahayaan serta sirkulasi udara.

Salah satu penerima manfaat, Mariyanto, warga Dukuh Padurenan, Kecamatan Gebog, mengaku bersyukur setelah rumahnya dibangun kembali. Sehari-hari ia bekerja sebagai teknisi servis elektronik dengan penghasilan yang tidak selalu tetap.

Sebelum mendapatkan bantuan, Mariyanto bersama istri dan anaknya menempati rumah dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Rumah tersebut hanya memiliki satu kamar, kayu penyangganya telah lapuk, atap kerap bocor karena genteng rusak, sementara dinding masih menggunakan anyaman bambu dan lantainya berupa tanah.

Mariyanto mengatakan, kondisi rumah tersebut sempat membuat anaknya berharap keluarganya memiliki hunian yang lebih baik seperti rumah tetangga di sekitarnya.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah sangat nyaman untuk ditempati. Tidak bisa berkata-kata, kami sangat bahagia. Anak dan istri kini lebih rajin belajar dan dapat beribadah dengan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, rumah yang baru kini memiliki dua kamar dan kamar mandi yang lebih layak. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi dukungan PT Djarum dan Polytron yang secara berkelanjutan ikut membantu pemerintah daerah melalui Program RSLH. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pada momentum HUT ke-477 Kabupaten Kudus ini, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus berterima kasih kepada PT Djarum dan Polytron atas kepedulian dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sam’ani.

Sam’ani juga mengaitkan program tersebut dengan slogan Kudus, yakni “Urip-Nguripi”, yang menurutnya mengandung filosofi tentang semangat dan kehidupan. Ia berharap kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dapat terus berkembang melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat.

Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, RSLH merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Sepanjang 2026, PT Djarum dan Polytron menargetkan pembangunan sebanyak 400 rumah di Kabupaten Kudus. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi rumah serta kemampuan ekonomi calon penerima manfaat.

“Melalui Program RSLH, kami ingin berkontribusi nyata dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kudus. Kami berharap ketika persoalan rumah yang tidak layak dapat diselesaikan, masyarakat tidak lagi terbebani sehingga dapat lebih fokus bekerja dan lebih produktif,” ujar Budiharto.

Ia menjelaskan, penerima manfaat ditentukan melalui proses pendataan dan usulan dari pemerintah setempat. Setelah itu dilakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang sesuai dengan kriteria.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat sekitar juga dilibatkan untuk membangun semangat gotong royong. Program tersebut menerapkan intervensi penuh sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk proses pembangunan kembali rumahnya.

Budiharto menambahkan, rumah yang dibangun ulang merupakan hunian dengan kategori kerusakan parah yang pemiliknya tidak memiliki kemampuan finansial untuk melakukan perbaikan secara mandiri. Karena itu, kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat dinilai penting dalam membantu meningkatkan kondisi kehidupan warga.

Dari sisi Polytron, Head of Culture Development Polytron David Setyadi Rahardjo mengatakan keterlibatan perusahaan dalam RSLH menjadi bagian dari tanggung jawab sosial, khususnya di wilayah yang menjadi lokasi operasional perusahaan.

Polytron memiliki dua pabrik di Kabupaten Kudus. Keberadaan fasilitas tersebut, kata David, menjadi salah satu alasan perusahaan untuk terus berkontribusi dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kudus, kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat melalui program yang memberikan dampak langsung. Kami berharap kehadiran RSLH menjadi lebih dari sekadar perbaikan hunian, tetapi juga menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk menata kehidupan bersama keluarga,” kata David.

Selain di Kudus, sepanjang 2026 PT Djarum dan Polytron menargetkan merealisasikan 492 rumah RSLH di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Program tersebut mencakup Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.

Untuk Kabupaten Kudus, program tahap pertama sebelumnya telah merealisasikan 128 unit rumah. Sementara di daerah lain, RSLH juga telah berjalan, antara lain 10 rumah di Brebes yang diserahterimakan pada April, 12 rumah di Salatiga yang telah selesai dibangun atau direnovasi, serta 10 rumah di Wonogiri yang mulai ditempati penerima manfaat sejak Agustus.

Adapun secara keseluruhan, Program RSLH PT Djarum sepanjang 2022 hingga 2025 telah merealisasikan 626 hunian di sejumlah daerah. Program tersebut mencakup wilayah Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, hingga Purbalingga. (AS/YM)